Tragedi Nuklir Tokaimura, Peristiwa yang Ciptakan Manusia Paling Radioaktif di Dunia
Kamis, 06 Juli 2023 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Yokokawa terkena radiasi 3 SV (Sieverts), Shinohara mendapat 10 SV, dan Ouchi jadi yang terbesar dengan 17 SV.
Sedangkan batas maksimal paparan radiasi nuklir yang bisa diterima oleh manusia adalah 0,05 SV per tahun, sedangkan batas selamat manusia yang terpapar radiasi adalah 7 SV. Sehingga di atas batas tersebut sudah dipastikan meninggal.
Hal inilah yang menjadikan Hisashi Ouchi menjadi manusia paling radioaktif di dunia. Setelah mencapai rumah sakit, kondisi Ouchi sudah sangat parah, sebab kromosom dan DNA miliknya sudah hancur.
Karenanya, tubuh Ouchi kini sudah tidak bisa meregenerasi sel darah putih, dan tak dapat menyembuhkan luka.
Meskipun Dokter sudah melakukan transfusi darah putih, upaya tersebut harus gagal sebab sistem imun abnormal Ouchi menyerang sel darah putih yang ada.
Berbagai upaya telah dilakukan dokter untuk menyelamatkan Ouchi yang tubuhnya sudah mulai hancur. Mulai dari transplantasi kulit, hingga menyembuhkan berbagai penyakitnya.
Sayangnya, seluruh upaya tersebut harus gagal. Setelah 83 hari bertahan hidup dalam paparan radiasi nuklir, Hisashi Ouchi akhirnya meninggal.
Sementara kedua rekan yang ikut dalam eksperimen tersebut, yakni Shinohara yang terkena 10 SV juga meninggal empat bulan kemudian. Sedangkan Yokokawa bisa selamat 3 bulan setelah dirawat. Kemudian dia harus bertanggung jawab atas keputusannya sebagai supervisor yang dianggap lalai pada tahun 2000.
Sedangkan batas maksimal paparan radiasi nuklir yang bisa diterima oleh manusia adalah 0,05 SV per tahun, sedangkan batas selamat manusia yang terpapar radiasi adalah 7 SV. Sehingga di atas batas tersebut sudah dipastikan meninggal.
Hal inilah yang menjadikan Hisashi Ouchi menjadi manusia paling radioaktif di dunia. Setelah mencapai rumah sakit, kondisi Ouchi sudah sangat parah, sebab kromosom dan DNA miliknya sudah hancur.
Karenanya, tubuh Ouchi kini sudah tidak bisa meregenerasi sel darah putih, dan tak dapat menyembuhkan luka.
Meskipun Dokter sudah melakukan transfusi darah putih, upaya tersebut harus gagal sebab sistem imun abnormal Ouchi menyerang sel darah putih yang ada.
Berbagai upaya telah dilakukan dokter untuk menyelamatkan Ouchi yang tubuhnya sudah mulai hancur. Mulai dari transplantasi kulit, hingga menyembuhkan berbagai penyakitnya.
Sayangnya, seluruh upaya tersebut harus gagal. Setelah 83 hari bertahan hidup dalam paparan radiasi nuklir, Hisashi Ouchi akhirnya meninggal.
Sementara kedua rekan yang ikut dalam eksperimen tersebut, yakni Shinohara yang terkena 10 SV juga meninggal empat bulan kemudian. Sedangkan Yokokawa bisa selamat 3 bulan setelah dirawat. Kemudian dia harus bertanggung jawab atas keputusannya sebagai supervisor yang dianggap lalai pada tahun 2000.
(sya)
Lihat Juga :