Zelensky Klaim Rusia Tanam Alat Peledak di Atap PLTN Zaporizhzhia
Kamis, 06 Juli 2023 - 00:25 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga mengklaim bahwa jumlah personel Rusia di pabrik tersebut secara bertahap dikurangi. Moskow belum mengomentari penarikan yang terlihat.
Pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), telah mencoba mencapai kesepakatan untuk memastikan pembangkit itu didemiliterisasi dan mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.
Pekan lalu, dikatakan sejauh ini tidak menemukan indikasi yang terlihat dari ranjau atau bahan peledak lainnya yang saat ini ditanam di fasilitas tersebut, tetapi mengatakan menyadari laporan tersebut dan memerlukan akses tambahan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi tersebut.
Risiko nuklir terbesar di pembangkit tersebut adalah dari bahan bakar nuklir yang terlalu panas, yang dapat terjadi jika daya yang menggerakkan sistem pendingin terputus atau jika air tidak cukup untuk memasok sistem pendingin.
Serangan telah berulang kali memutus kabel listrik.
Baca Juga: Kisah Kru Rudal Patriot Ukraina Tembak Jatuh 5 Pesawat Rusia dalam 2 Menit
Pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), telah mencoba mencapai kesepakatan untuk memastikan pembangkit itu didemiliterisasi dan mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.
Pekan lalu, dikatakan sejauh ini tidak menemukan indikasi yang terlihat dari ranjau atau bahan peledak lainnya yang saat ini ditanam di fasilitas tersebut, tetapi mengatakan menyadari laporan tersebut dan memerlukan akses tambahan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi tersebut.
Risiko nuklir terbesar di pembangkit tersebut adalah dari bahan bakar nuklir yang terlalu panas, yang dapat terjadi jika daya yang menggerakkan sistem pendingin terputus atau jika air tidak cukup untuk memasok sistem pendingin.
Serangan telah berulang kali memutus kabel listrik.
Baca Juga: Kisah Kru Rudal Patriot Ukraina Tembak Jatuh 5 Pesawat Rusia dalam 2 Menit
(ian)
Lihat Juga :