Apa yang Akan Terjadi jika Ukraina Bergabung dengan NATO?

Rabu, 05 Juli 2023 - 18:28 WIB
loading...
A A A
Klausul bantuan timbal balik terletak di jantung aliansi, yang dibentuk pada tahun 1949 dengan tujuan utama melawan risiko serangan Soviet di wilayah sekutu.

Ini dikutip sebagai salah satu alasan utama mengapa Ukraina tidak dapat bergabung dengan NATO saat berkonflik dengan Rusia, karena hal ini dapat segera menarik aliansi tersebut ke dalam perang aktif.

Klausa, Pasal 5 Perjanjian Washington NATO, menyatakan bahwa serangan terhadap satu sekutu dianggap sebagai serangan terhadap semua sekutu.

Stoltenberg telah memperjelas bahwa, sementara NATO harus mendiskusikan opsi untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina setelah perang, jaminan keamanan berdasarkan Pasal 5 hanya akan diberikan kepada anggota penuh aliansi tersebut.

Kremlin menggambarkan ekspansi sebagai bukti permusuhan Barat terhadap Rusia - sesuatu yang disangkal oleh kekuatan Barat, dengan mengatakan aliansi itu sepenuhnya bersifat defensif.

Moskow mengatakan akan menimbulkan masalah selama bertahun-tahun yang akan datang jika Ukraina bergabung dengan NATO dan telah memperingatkan tanggapan yang tidak ditentukan untuk memastikan keamanannya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
AS Akui Rudal Iran Makin...
AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan
Rekomendasi
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved