China Tutup Paksa Konsulat AS di Chengdu, Bendera AS Diturunkan

Senin, 27 Juli 2020 - 09:38 WIB
loading...
China Tutup Paksa Konsulat...
Para polisi China berbaris patroli di luar kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Chengdu, China, pada Sabtu (25/7/2020). Foto/REUTERS/Thomas Peter
A A A
CHENGDU - Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Chengdu, China , resmi ditutup pada Senin (27/7/2020). Bendera nasional Amerika di kantor tersebut juga diturunkan.

China menutup paksa kantor diplomatik itu melalui perintah yang ditujukan kepada Washington beberapa hari lalu. Tindakan itu sebagai pembalasan atas penutupan kantor Konsulat Jenderal China di Houston.

Siaran dari stasiun televisi CCTV milik pemerintah menunjukkan bendera nasional Amerika secara perlahan diturunkan pada Senin pagi. Perang diplomatik kedua negara memanas, di mana kedua pihak saling menuduh membahayakan keamanan nasional.

Pada hari Jumat pekan lalu, pemerintah China memerintahkan kantor misi diplomatik AS di Chengdu harus ditutup. Ketegangan ini mirip dengan perseteruan ala Perang Dingin.

Batas waktu bagi orang-orang Amerika untuk keluar dari Chengdu tidak jelas, tetapi konsulat China di Houston diberi waktu 72 jam untuk menutup kantor tersebut setelah perintah awal dibuat.

Jalan menuju konsulat Chengdu telah ditutup pada hari Senin, di mana polisi dan barikade telah menghalangi jalan. (Baca: China Balas Dendam, Tutup Paksa Konsulat AS di Chengdu )

Pada hari Sabtu, para jurnalis melihat para pekerja mengeluarkan lencana AS dari bagian depan gedung konsulat di Chengdu.

Selama akhir pekan, truk-truk pemindahan memasuki lokasi tersebut dan petugas kebersihan terlihat membawa tas-tas sampah besar warna hitam dari konsulat.

Aksi kemas-kemas para diplomat Amerika itu jadi tontonan warga China. Beberapa dari mereka mengambil foto.

"Penutupan konsulat Chengdu adalah tanggapan sah dan perlu terhadap tindakan tidak masuk akal oleh Amerika Serikat," kata pemerintah China dalam sebuah pernyataan. Beijing menuduh staf di misi diplomatik Amerika di Chengdu membahayakan keamanan dan kepentingan China.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Trump Tidak Kenakan Tarif pada Rusia
Trump pada Warga AS:...
Trump pada Warga AS: Revolusi Ekonomi Perlu Pengorbanan
Tarif Trump 10% Sudah...
Tarif Trump 10% Sudah Berlaku di Pelabuhan, Bandara, dan Pabean AS
Tokoh Republik Peringatkan...
Tokoh Republik Peringatkan Pemilu Sela Mandi Darah jika Tarif Trump Rusak Ekonomi AS
Demo Menentang Trump...
Demo Menentang Trump Digelar di Penjuru Dunia, Ada Berlin, Frankfurt, Paris, dan London
Penampakan Demo Besar...
Penampakan Demo Besar di Amerika Serikat Menentang Trump, Diikuti 250.000 Orang
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian, Trump Bisa Tumbang?
Paus Fransiskus Tampil...
Paus Fransiskus Tampil Perdana di Vatikan Sejak Pulang dari Rumah Sakit
Tragis! Helikopter Ambulans...
Tragis! Helikopter Ambulans Jatuh di Laut, Dokter dan Pasien Tewas
Rekomendasi
Awasi Efek Lanjutan...
Awasi Efek Lanjutan Tarif AS, Baja Impor Bisa Membanjiri Pasar RI
Arus Balik Lebaran Diprediksi...
Arus Balik Lebaran Diprediksi Berlangsung hingga 11 April 2025
Ramalan Putri Diana...
Ramalan Putri Diana Terbukti, Ratu Camilla Kini Jadi Sosok Sentral di Samping Raja Charles III
Berita Terkini
Menyayat Hati, Ini Kata-kata...
Menyayat Hati, Ini Kata-kata Terakhir Paramedis Palestina sebelum Dieksekusi Tentara Israel
25 menit yang lalu
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Trump Tidak Kenakan Tarif pada Rusia
50 menit yang lalu
Trump pada Warga AS:...
Trump pada Warga AS: Revolusi Ekonomi Perlu Pengorbanan
6 jam yang lalu
Tarif Trump 10% Sudah...
Tarif Trump 10% Sudah Berlaku di Pelabuhan, Bandara, dan Pabean AS
8 jam yang lalu
Tokoh Republik Peringatkan...
Tokoh Republik Peringatkan Pemilu Sela Mandi Darah jika Tarif Trump Rusak Ekonomi AS
9 jam yang lalu
Demo Menentang Trump...
Demo Menentang Trump Digelar di Penjuru Dunia, Ada Berlin, Frankfurt, Paris, dan London
11 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved