5 Bukti Diskriminasi terhadap Warga Muslim di Jerman, Nomor 2 Perempuan Berhijab Dimusuhi

Sabtu, 01 Juli 2023 - 17:35 WIB
loading...
5 Bukti Diskriminasi...
Umat Islam di Jerman menjadi korban diskriminasi. Foto/Reuters
A A A
BERLIN - Muslim di Jerman sering menghadapi diskriminasi, kebencian, dan terkadang kekerasan yang merajalela dalam kehidupan sehari-hari mereka. Itu terungkap dalam laporan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Jerman.

Padahal, jumlah umat Islam di Jerman mencapai 4,7 juta atau 5,7% dari total populasi. Komunitas Muslim Jerman sangat, dan mayoritas mengaku berasal dari Turki. Lainnya dari negara-negara Arab seperti Maroko atau Lebanon.

Kelompok Ahli Independen tentang Permusuhan Muslim (UEM) menganalisis studi ilmiah, statistik kejahatan polisi, dan dokumentasi insiden anti-Muslim oleh lembaga antidiskriminasi, pusat konseling, dan organisasi nonpemerintah.

Laporan komprehensif setebal 400 halaman yang diterbitkan oleh panel independen beranggotakan 12 orang itu membutuhkan waktu tiga tahun untuk diselesaikan. Temuan itu telah dipresentasikan di kementerian dalam negeri.

Berikut adalah 5 fakta yang menunjukkan diskriminasi terhadap umat Islam di Jerman.

1. Sepertiga Muslim di Jerman Merasa Dimusuhi karena Agama

5 Bukti Diskriminasi terhadap Warga Muslim di Jerman, Nomor 2 Perempuan Berhijab Dimusuhi

Foto/Reuters

UEM menyatakan, setidaknya sepertiga Muslim di Jerman mengalami permusuhan karena agama mereka. Namun, para ahli menegaskan jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena hanya 10% Muslim yang melaporkan permusuhan dan kejahatan rasial terhadap mereka.

“Kehidupan Muslim adalah milik Jerman sebagai hal yang biasa,” kata Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser, dilansir Al Jazeera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Senator Amerika Serikat...
Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak
Rekomendasi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
Denny Cagur Kenang Sosok...
Denny Cagur Kenang Sosok Temon: Senior yang Baik dan Berwawasan Luas
Berita Terkini
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved