Lebanon Latih Anjing Polisi untuk Deteksi Covid-19
Senin, 27 Juli 2020 - 03:59 WIB
loading...
Anjing polisi Lebanon.
A
A
A
BEIRUT - Dengan jumlah infeksi Covid-19 Lebanon terus menunjukan kenaikan yang meresahkan, para pejabat mengumumkan bahwa mereka sedang melatih anjing polisi dari berbagai agen keamanan negara untuk mendeteksi bau virus dalam keringat.
Lebanon bergabung dengan sejumlah negara yang telah menguji efektivitas anjing dalam mengendus Covid-19, termasuk Jerman, Finlandia, Chili, dan Uni Emirat Arab (UEA). UAE mengumumkan bahwa studinya telah menunjukkan tingkat akurasi 92 persen.
Anjing-anjing di Lebanon dilatih di barak Pasukan Keamanan Internal di kota Aramoun di selatan Beirut. Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, mengatakan program itu sangat dibutuhkan.
(Baca: Keluarga Palestina di Ramallah Ubah Gua Menjadi Kolam Renang )
Ahli bedah Lebanon, Riad Sarkis, yang bekerja pada studi bukti-konsep untuk mengevaluasi kemanjuran menggunakan anjing untuk mendeteksi Covid-19 bekerja sama dengan tim Prancis yang dipimpin oleh Dominique Grandjean dari Sekolah Kedokteran Hewan Nasional Alfort di Prancis, dengan pengujian dilakukan di kedua negara.
Grandjean, seperti dilansir Al Arabiya mencatat bahwa dua anjing yang dilatih khusus akan memiliki kapasitas untuk mencari sekitar 4.000 orang per hari.
Pengujian melibatkan delapan anjing, yang awalnya dilatih sebagai pendeteksi ledakan dan anjing pendeteksi kanker usus, yang telah dilatih untuk mengenali bau sampel keringat dari orang-orang yang telah dites positif Covid-19.
Lebanon bergabung dengan sejumlah negara yang telah menguji efektivitas anjing dalam mengendus Covid-19, termasuk Jerman, Finlandia, Chili, dan Uni Emirat Arab (UEA). UAE mengumumkan bahwa studinya telah menunjukkan tingkat akurasi 92 persen.
Anjing-anjing di Lebanon dilatih di barak Pasukan Keamanan Internal di kota Aramoun di selatan Beirut. Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, mengatakan program itu sangat dibutuhkan.
(Baca: Keluarga Palestina di Ramallah Ubah Gua Menjadi Kolam Renang )
Ahli bedah Lebanon, Riad Sarkis, yang bekerja pada studi bukti-konsep untuk mengevaluasi kemanjuran menggunakan anjing untuk mendeteksi Covid-19 bekerja sama dengan tim Prancis yang dipimpin oleh Dominique Grandjean dari Sekolah Kedokteran Hewan Nasional Alfort di Prancis, dengan pengujian dilakukan di kedua negara.
Grandjean, seperti dilansir Al Arabiya mencatat bahwa dua anjing yang dilatih khusus akan memiliki kapasitas untuk mencari sekitar 4.000 orang per hari.
Pengujian melibatkan delapan anjing, yang awalnya dilatih sebagai pendeteksi ledakan dan anjing pendeteksi kanker usus, yang telah dilatih untuk mengenali bau sampel keringat dari orang-orang yang telah dites positif Covid-19.
Lihat Juga :