PBB: Tahanan Guantanamo Dapat Perlakuan Kejam, Tidak Manusiawi

Rabu, 28 Juni 2023 - 00:31 WIB
loading...
PBB: Tahanan Guantanamo...
PBB menyebut tahanan penjara Guantanamo AS mendapat perlakukan kejam, tidak manusiawi. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Perlakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap narapidana di Teluk Guantanamo kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat. Hal itu diungkapkan seorang penyelidik independen PBB .

Pelapor khusus PBB, Fionnuala Ni Aolain, mengatakan bahwa penderitaan 30 tahanan di pusat penahanan AS itu mendalam dan berkelanjutan.

Kunjungan Aolain menandai pertama kalinya pemerintah AS mengizinkan penyelidik PBB mengunjungi fasilitas itu sejak dibuka pada 2002.

Pusat penahanan Guantanamo dibuka pada tahun 2002 oleh Presiden AS saat itu George W. Bush sebagai tanggapan atas serangan September 2001 di New York, Washington dan Pennsylvania yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Fasilitas itu dibuka untuk menahan tersangka teroris Islam tanpa pengadilan.

Aolain menyerahkan laporan setebal 23 halaman kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada hari Senin yang mengatakan bahwa meskipun serangan tahun 2001 adalah kejahatan terhadap kemanusiaan, penggunaan penyiksaan terhadap tersangka pelaku melanggar hukum hak asasi manusia internasional.

Baca Juga: AS Bebaskan Warga Saudi yang Ditahan Dua Dekade di Guantanamo

Dia menekankan bahwa hal itu menghilangkan keadilan bagi para korban dan penyintas karena informasi yang diperoleh melalui penyiksaan tidak dapat digunakan di persidangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
OTT KPK di Sumut, 7...
OTT KPK di Sumut, 7 Orang Ditangkap Termasuk Bupati Langkat
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Berita Terkini
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved