Keluarga Palestina di Ramallah Ubah Gua Menjadi Kolam Renang
Minggu, 26 Juli 2020 - 18:12 WIB
loading...
Mohammed al-Khatib membutuhkan waktu empat bulan dengan keluarganya untuk membangun kolam renang di atas bukit yang menghadap ke pegunungan kota Ramallah, Palestina. Foto/Ist
A
A
A
RAMALLAH - Mohammed al-Khatib membutuhkan waktu empat bulan dengan keluarganya untuk membangun kolam renang di atas bukit yang menghadap ke pegunungan kota Ramallah, Palestina. Ini dilakukan al-Khatib untuk mengatasi panas dan penguncian di tengah pandemi Covid-19 .
Kolam renang dengan pemandangan yang menakjubkan, menunjukkan keahlian dan kreativitas yang luar biasa, yang dikonversi dari sebuah gua di atas tanah seluas 5.000 meter persegi yang dimiliki oleh keluarga al-Khatib di kota Ni'lin, di Ramallah barat.
( Baca juga: Doa Habib Umar Bin Hafizh untuk Palestina )
"Kami mendesain kolam yang terlihat alami dan bukan buatan manusia. Desainnya memberi kolam pemandangan yang menakjubkan dengan alam yang hijau. Panas, karantina rumah dan kuncian di tengah pandemi Covid-19 memengaruhi kondisi psikologis kita," ucapnya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (26/7/2020).
Al-Khatib, seorang pengacara berusia 45 tahun, mengatakan bahwa keluarganya mencintai kehidupan seperti orang lain di dunia, meskipun adanya pengepungan Israel, tembok pemisah dan penyitaan tanah.
Meliputi area seluas 90 meter persegi dan diisi dengan 100 meter kubik air, kolam renang pribadi ini dibangun untuk 25 anggota keluarga, dengan keamanan dan sterilisasi dipastikan oleh al-Khatib.
"Biaya membangun kolam renang itu tinggi, jadi saya membaginya dengan empat saudara," jelasnya.
Putrinya berusia 11 tahun, Maryam al-Khatib, menunjukan rasa kegembiraan dan kebahagiaan saat dia bersiap untuk melompat ke kolam. "Hidup hampir berhenti, kolam renang indah untuk bersenang-senang dan kami bersenang-senang," katanya.
Setelah pandemi Covid-19 di Tepi Barat, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyatakan keadaan darurat, di samping tindakan pencegahan dan penguncian yang ketat untuk mencegah penyebaran virus mematikan.
( Baca juga: Rakyat Palestina Hadapi Krisis Kemanusiaan, ACT-Rabbani Galang Bantuan )
Pemerintah Palestina menutup sekolah, universitas, masjid, gereja, hotel, restoran, kafe, ruang pernikahan dan olahraga, dan semua fasilitas hiburan lainnya.
Pemerintah melonggarkan langkah-langkah anti-Covid-19 di Tepi Barat pada akhir Mei, sebelum memperketatnya lagi pada awal Juli setelah meningkatnya kematian dan infeksi.
Kolam renang dengan pemandangan yang menakjubkan, menunjukkan keahlian dan kreativitas yang luar biasa, yang dikonversi dari sebuah gua di atas tanah seluas 5.000 meter persegi yang dimiliki oleh keluarga al-Khatib di kota Ni'lin, di Ramallah barat.
( Baca juga: Doa Habib Umar Bin Hafizh untuk Palestina )
"Kami mendesain kolam yang terlihat alami dan bukan buatan manusia. Desainnya memberi kolam pemandangan yang menakjubkan dengan alam yang hijau. Panas, karantina rumah dan kuncian di tengah pandemi Covid-19 memengaruhi kondisi psikologis kita," ucapnya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (26/7/2020).
Al-Khatib, seorang pengacara berusia 45 tahun, mengatakan bahwa keluarganya mencintai kehidupan seperti orang lain di dunia, meskipun adanya pengepungan Israel, tembok pemisah dan penyitaan tanah.
Meliputi area seluas 90 meter persegi dan diisi dengan 100 meter kubik air, kolam renang pribadi ini dibangun untuk 25 anggota keluarga, dengan keamanan dan sterilisasi dipastikan oleh al-Khatib.
"Biaya membangun kolam renang itu tinggi, jadi saya membaginya dengan empat saudara," jelasnya.
Putrinya berusia 11 tahun, Maryam al-Khatib, menunjukan rasa kegembiraan dan kebahagiaan saat dia bersiap untuk melompat ke kolam. "Hidup hampir berhenti, kolam renang indah untuk bersenang-senang dan kami bersenang-senang," katanya.
Setelah pandemi Covid-19 di Tepi Barat, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyatakan keadaan darurat, di samping tindakan pencegahan dan penguncian yang ketat untuk mencegah penyebaran virus mematikan.
( Baca juga: Rakyat Palestina Hadapi Krisis Kemanusiaan, ACT-Rabbani Galang Bantuan )
Pemerintah Palestina menutup sekolah, universitas, masjid, gereja, hotel, restoran, kafe, ruang pernikahan dan olahraga, dan semua fasilitas hiburan lainnya.
Pemerintah melonggarkan langkah-langkah anti-Covid-19 di Tepi Barat pada akhir Mei, sebelum memperketatnya lagi pada awal Juli setelah meningkatnya kematian dan infeksi.
(esn)
Lihat Juga :