Malaysia Siap Evakuasi Warganya dari Rusia Jika Situasi Memburuk

Selasa, 27 Juni 2023 - 02:00 WIB
loading...
Malaysia Siap Evakuasi...
Malaysia Siap Evakuasi Warganya dari Rusia Jika Situasi Memburuk. FOTO/Reuters
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia siap memulangkan 755 warganya dari Rusia jika keselamatan mereka terganggu. Hal itu diungkapkan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi, Senin (26/6/2023).

“Pemerintah melalui Wisma Putra (Kementerian Luar Negeri) telah membuat pengaturan untuk memulangkan warga negara Malaysia dari negara itu kapan saja, jika perlu,” katanya dikutip oleh Bernama saat konferensi pers setelah membuka National Academy Associates (FBINAA) Asia Pacific Chapter Conference.

Baca juga: Bos Wagner Mengaku Tak Bermaksud Gulingkan Pemerintahan Putin

Menurut Ahmad Zahid, pemerintah terus memantau perkembangan ketegangan di Rusia, khususnya di Moskow. Ketegangan muncul sebagai imbas pemberontakan yang dilakukan kelompok tentara bayara Wagner.

“Menteri Luar Negeri Dr Zambry Abdul Kadir juga telah memberikan pengarahan kepada Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan saya sendiri, jadi kami memantau situasi di sana,” katanya.

Dalam imbauan yang dikeluarkan pada Sabtu (24/6/2023), Kedutaan Besar Malaysia di Rusia mengimbau semua warga Malaysia, khususnya pelajar di Moskow, Saint Petersburg, dan Volgograd untuk tetap waspada dan tenang, membatasi pergerakan di luar ruangan, serta menghindari area keramaian.

Warga Malaysia yang berada di Rusia juga disarankan untuk membawa dokumen pribadi seperti paspor mereka setiap saat dan untuk memastikan bahwa dokumen perjalanan itu valid dan mudah diakses.

Baca juga: Rusia Sebut Liputan Media Barat tentang Kudeta Gagal Prigozhin Pikiran Melantur

Sementara itu, disarankan warga Malaysia yang berencana bepergian ke Rusia untuk tujuan yang tidak penting agar tidak melakukannya sampai situasinya membaik. Kedutaan Malaysia di Rusia melakukan kontak dekat dengan 755 warga Malaysia yang terdaftar.

Menurut Bernama, dilaporkan bahwa Rusia, pada hari Sabtu, telah mendeklarasikan rezim operasi anti-teroris di Moskow dan wilayah Moskow setelah kepala kelompok tentara bayaran Wagner yang dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin bersumpah untuk menggulingkan kepemimpinan militer Rusia.

Prigozhin pernah menjadi sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemberontakan singkat terhenti setelah komandan tentara bayaran yang memberontak tiba-tiba mencapai kesepakatan dengan Kremlin untuk pergi ke pengasingan.

Di bawah kesepakatan yang diumumkan Sabtu oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Prigozhin akan pergi ke negara tetangga Belarusia, yang telah mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Tuduhan terhadapnya karena melakukan pemberontakan bersenjata akan dibatalkan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved