5 Fakta Kekuatan Putin Melemah, Nomor 4 Mitos Pemimpin Kuat Hanya Kenangan

Senin, 26 Juni 2023 - 14:59 WIB
loading...
5 Fakta Kekuatan Putin...
Presiden Rusia Vladimir Putin tidak lagi dianggap sebagai pemimpin kuat dan pemersatu bangsa setelah insiden kudeta Wagner. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Selama dekade terakhir, dunia sangat terkagum-kagum dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berani melawan dominasi Amerika Serikat (AS) dan berani melawan NATO di Ukraina. Tapi, mitos yang sudah dikonstruksinya hancur berkeping-keping hanya karena ulah bos Wagner Yevgeny Prigozhin.

Putin dibuat tak berdaya ketika Prigozhin menyiapkan 25.000 prajuritnya untuk mengepung Moskow. Gertakan tersebut berakhir dengan upaya perdamaian antara Putin dan Prigozhin.

Meskipun pengkhianatan Prigozhin berujung dengan pelarian diri ke Belarusia, tetapi aksinya mampu memukul otoritas presiden Rusia dalam satu generasi yang berkuasa. Sekarang tidak diragukan lagi bahwa perang yang dilancarkan Putin untuk menghapus Ukraina dari peta menimbulkan ancaman eksistensial bagi kelangsungan politiknya.

β€œIni bukan blip 24 jam. Ini seperti Prigozhin adalah orang yang melihat ke belakang layar dan mengamati pria kecil (Putin) yang ketakutan ini,” mantan duta besar AS untuk Ukraina John Herbst dilansir CNN. "Putin telah diremehkan selamanya oleh pemberontakan ini."

Berikut adalah 5 fakta kekuatan Presiden Rusia Vladimir Putin sudah melemah.

1. Rakyat Rusia Mendukung Pemberontakan Wagner

5 Fakta Kekuatan Putin Melemah, Nomor 4 Mitos Pemimpin Kuat Hanya Kenangan

Foto/Reuters

Analis politik independen Konstantin Kalachev mengatakan bahwa para pemimpin Rusia akan prihatin melihat penonton sipil bertepuk tangan untuk unit Wagner di Rostov. "Posisi Putin melemah," katanya.

"Putin meremehkan Prigozhin, sama seperti dia meremehkan Presiden Rusia Vladimir Zelensky sebelumnya," kata Kalachev. Menurut dia, Putin bisa menghentikan ini dengan panggilan telepon ke Prigozhin tetapi dia tidak melakukannya.

Perpecahan di Moskow dan antara pemerintah dan Grup Wagner Prigozhin – satu-satunya kekuatan tempur Rusia yang telah menikmati banyak keberhasilan medan perang baru-baru ini – mungkin juga sekarang membuka celah bagi Ukraina, yang menginginkan terobosan melawan pasukan Moskow yang sudah terdemoralisasi dan dipimpin dengan buruk dalam serangan balasan barunya.

Hal yang dikhawatirkan adalah Putin yang tertatih-tatih, militer Rusia, dan kepala milisi saingannya mungkin akan berakhir dalam perang saudara untuk menguasai negara dengan persenjataan nuklir yang luas. Ketidakstabilan dan perselisihan internal di Rusia akan mengirimkan gelombang geopolitik ke seluruh dunia.

2. Rakyat Tidak Percaya dengan Putin

5 Fakta Kekuatan Putin Melemah, Nomor 4 Mitos Pemimpin Kuat Hanya Kenangan

Foto/Reuters

Analis politik independen Konstantin Kalachev mengatakan "Krisis institusi dan kepercayaan tidak terlihat jelas bagi banyak orang di Rusia dan Barat . Hari ini, sudah jelas." "Seruan untuk persatuan yang dibuat oleh perwakilan elite hanya menegaskan hal ini. Di balik ini adalah krisis institusi dan ketakutan bagi diri mereka sendiri," katanya.

Institute for the Study of War, sebuah think tank yang berbasis di Washington, mengatakan: "Kremlin sekarang menghadapi keseimbangan yang sangat tidak stabil. "Kesepakatan yang dinegosiasikan Lukashenko adalah perbaikan jangka pendek, bukan solusi jangka panjang, dan pemberontakan Prigozhin mengungkap kelemahan parah di Kremlin dan Kementerian Pertahanan Rusia."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Ini 5 Negara Paling...
Ini 5 Negara Paling Padat di Dunia, Nomor 4 Jangan Kaget
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved