Menteri Keamanan Israel Tegur Polisi karena Terapkan Hukuman Kolektif pada Pemukim Yahudi

Minggu, 25 Juni 2023 - 20:45 WIB
loading...
Menteri Keamanan Israel...
Menteri Keamanan Israel menegur polisi karena menerapkan hukuman kolektif. FOTO/Reuters
A A A
YERUSALEM - Menteri polisi sayap kanan Israel , Itamar Ben-Gvir, pada Minggu (25/6/2023) menegur pasukan polisi negara itu atas apa yang disebutnya "hukuman kolektif" terhadap pemukim Yahudi . Teguran disampaikan Ben-Gvir ketika keretakan melebar antara Dinas Keamanan dan pemerintah atas kekerasan yang mengguncang Tepi Barat yang diduduki.

Pemukim Yahudi dilaporkan mengamuk di kota-kota dan desa-desa Palestina setelah pembunuhan empat warga Israel dalam penyergapan senjata Hamas. Kondisi ini telah mengundang kecaman internasional dan pernyataan keprihatinan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Kekerasan di Tepi Barat Berlanjut, Korban Terus Berjatuhan

Pembicaraan perdamaian yang ditengahi AS yang bertujuan untuk mendirikan negara Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza runtuh pada 2014. Sebagian besar negara menganggap permukiman yang dibangun Israel di tanah yang direbutnya dalam perang 1967 sebagai ilegal.

Kepala Dinas Keamanan Militer, polisi dan Shin Bet Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, bahwa tindakan para pemukim selama seminggu terakhir sama dengan “terorisme nasionalis,” yang mereka janjikan untuk dilawan.

Terminologi itu mengecewakan anggota sayap kanan pemerintah koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang telah menolak perbandingan antara militan Yahudi dan Palestina.

Ben-Gvir mengatakan, dia telah meminta polisi menjelaskan mengapa mereka menutup pintu gerbang ke pemukiman Ateret dan "menyerang seseorang yang berdiri di dekatnya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved