Bos Tentara Bayaran Rusia Kobarkan Kudeta Militer, Ini Respons AS
Sabtu, 24 Juni 2023 - 09:37 WIB
loading...
Bos tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin nyatakan pemberontakan terhadap militer Rusia, membuat negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin di ambang kekacauan. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Bos tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin sedang mengobarkan pemberontakan terhadap militer Rusia di tengah perang Moskow yang sedang berlangsung di Ukraina.
Pejabat intelijen Rusia Letnan Jenderal Vladimir Alekseev mengecam Wagner Group, menggambarkan krisis yang sedang berlangsung ini sebagai kudeta militer.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah diberi pengarahan dan Gedung Putih sedang memantau situasi di Rusia di tengah pemberontakan kepala tentara bayaran Wagner Group.
"Kami sedang memantau situasi dan akan berkonsultasi dengan sekutu dan mitra mengenai perkembangan ini," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adam Hodge, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (24/6/2023).
Baca Juga: Memberontak, Bos Tentara Bayaran Wagner Nyatakan Perang terhadap Militer Rusia
Vassily Golubev, Gubernur Rostov—wilayah selatan Rusia yang berbatasan dengan Ukraina—mengatakan kepada penduduk untuk tetap tenang dan tinggal di dalam rumah ketika bos Wagner Group melancarkan pemberontakan.
Pejabat intelijen Rusia Letnan Jenderal Vladimir Alekseev mengecam Wagner Group, menggambarkan krisis yang sedang berlangsung ini sebagai kudeta militer.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah diberi pengarahan dan Gedung Putih sedang memantau situasi di Rusia di tengah pemberontakan kepala tentara bayaran Wagner Group.
"Kami sedang memantau situasi dan akan berkonsultasi dengan sekutu dan mitra mengenai perkembangan ini," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adam Hodge, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (24/6/2023).
Baca Juga: Memberontak, Bos Tentara Bayaran Wagner Nyatakan Perang terhadap Militer Rusia
Vassily Golubev, Gubernur Rostov—wilayah selatan Rusia yang berbatasan dengan Ukraina—mengatakan kepada penduduk untuk tetap tenang dan tinggal di dalam rumah ketika bos Wagner Group melancarkan pemberontakan.
Lihat Juga :