Diplomat Rusia Nekat Duduki Situs Kedutaan yang Ditolak Australia

Jum'at, 23 Juni 2023 - 19:00 WIB
loading...
A A A
Undang-undang baru Australia, disahkan dengan dukungan bipartisan, tidak menghentikan Rusia untuk memiliki jejak diplomatik di Australia - hanya dari gedung yang begitu dekat dengan parlemen.

Baca Juga: Australia Putus Sewa Kedutaan Besar Rusia

Seorang juru bicara pemerintah Australia pada hari Jumat mengatakan Rusia sedang mencari perintah di pengadilan tertinggi negara itu, dengan alasan bahwa langkah itu inkonstitusional.

"Tantangan Rusia terhadap keabsahan undang-undang itu tidak terduga," katanya kepada AFP.

"Ini adalah bagian dari pedoman Rusia," imbuhnya

Pekan lalu juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan keputusan itu adalah demonstrasi "histeria Russophobia".

Kementerian Luar Negeri Rusia awal pekan ini merilis daftar 48 warga Australia yang dilarang masuk negara itu karena menyebarkan "agenda anti-Rusia".

Daftar tersebut termasuk jurnalis, pejabat pemerintah, dan eksekutif dari perusahaan pertahanan lokal.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Presiden Hungaria Sulyok...
Presiden Hungaria Sulyok Dilengserkan, Era Loyalis Viktor Orban Berakhir
Rekomendasi
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Berita Terkini
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved