Tak Berdaya Hadapi Kekuatan Udara Rusia, Pilot Ukraina Memohon Jet Tempur F-16
Rabu, 21 Juni 2023 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
“Terus menerus, sepanjang hari, mereka bekerja dengan helikopter atau pesawat terbang,” kata komandan, yang menggunakan callsign “Spa.” “Secara umum, dukungan penerbangan sangat kurang,” akunya.
Secara total, Ukraina telah menerima 45 jet tempur Su-25 dan Mig-29 dari NATO dan negara-negara sekutu di Eropa. Tetapi ini bukan hanya permainan angka. Seorang pilot Mig-29, dengan callsign "Juice," mengakui kesulitan yang dihadapi angkatan udara Ukraina dan mengatakan negara-negara Barat dapat membantu dengan menyediakan jet tempur F-16 yang didambakan Ukraina.
Baca Juga: Lockheed Martin Siap Latih Pilot Ukraina Terbangkan F-16, Ini Syaratnya
Jet buatan Amerika Serikat (AS) memiliki kemampuan pengisian bahan bakar udara-ke-udara dan kompatibel dengan sebagian besar senjata NATO yang telah dipasok ke Ukraina. Meskipun pertama kali memasuki produksi pada 1980-an, pesawat ini telah melalui beberapa peningkatan, menjadikannya lebih canggih dan serbaguna daripada jet mana pun yang dimiliki Ukraina saat ini, dan merupakan saingan sengit bagi sebagian besar pesawat Rusia, dengan pengecualian model-model baru yang ragu-ragu digunakan Moskow di Ukraina.
“Serangan balasan kami bisa jauh lebih efektif dan lebih aman bagi orang-orang kami di lapangan (jika kami memiliki F-16),” kata Juice.
“Saya percaya itu bisa menjadi pengubah permainan nyata untuk serangan balik dan untuk seluruh perang, karena F-16 mampu melakukan banyak pekerjaan penting untuk pasukan kita, untuk perlawanan kita,” tuturnya.
Seperti Pumba, Juice juga mengkhawatirkan pertahanan udara dan jet tempur Su-35 Rusia, tetapi mengatakan Ukraina telah mampu mengurangi keefektifannya dengan mengadopsi taktik baru.
“Kami mencoba bermanuver untuk menghindarinya dan menentukan jendela untuk melibatkan target ketika risikonya paling rendah dan benar-benar berhasil,” jelasnya.
“Tapi itu tidak menjamin keamanan kami karena Rusia juga mencoba untuk belajar, dan mereka juga mengubah taktik mereka,” ujarnya.
Bahkan dengan rudal yang dipasok Barat, keberhasilannya tidak 100% sementara mereka terus menggunakan pesawat ini.
“Sayangnya, dalam kasus rudal HARM, itu sedikit terbatas,” katanya, menjelaskan bahwa Ukraina hanya dapat menggunakan sekitar 25% dari potensi rudal penarget radar ini.
“Kami tidak dapat menggunakan 100% potensinya karena keterbatasan jangkauan karena keterbatasan akurasi,” ungkapnya.
“Rudal yang sama pada F-16 akan jauh lebih efektif,” tambahnya.
Tuntutan pilot seperti Juice dan Pumba telah bergema sampai ke eselon atas pemerintah Ukraina, termasuk Menteri Pertahanan Oleksyi Reznikov dan Presiden Volodymyr Zelensky, yang keduanya menjadikan pengadaan jet tempru F-16 sebagai prioritas.
Beberapa negara Barat, khususnya AS, telah menunjukkan beberapa penolakan terhadap gagasan tersebut — takut eskalasi dengan Moskow, setidaknya untuk saat ini. Tetapi AS sekarang mengatakan akan melatih pilot Ukraina di pesawat, dan Inggris serta Denmark telah mendesak lebih banyak lagi.
Baca Juga: Sama dengan Nasib Tank Leopard, Putin Ancam Hancurkan Jet Tempur F-16
Untuk Juice dan wingmennya, pelatihan sudah dimulai sejak lama.
Secara total, Ukraina telah menerima 45 jet tempur Su-25 dan Mig-29 dari NATO dan negara-negara sekutu di Eropa. Tetapi ini bukan hanya permainan angka. Seorang pilot Mig-29, dengan callsign "Juice," mengakui kesulitan yang dihadapi angkatan udara Ukraina dan mengatakan negara-negara Barat dapat membantu dengan menyediakan jet tempur F-16 yang didambakan Ukraina.
Baca Juga: Lockheed Martin Siap Latih Pilot Ukraina Terbangkan F-16, Ini Syaratnya
Jet Tempur F-16 Pesaing Sengit Jet Tempur Rusia
Jet buatan Amerika Serikat (AS) memiliki kemampuan pengisian bahan bakar udara-ke-udara dan kompatibel dengan sebagian besar senjata NATO yang telah dipasok ke Ukraina. Meskipun pertama kali memasuki produksi pada 1980-an, pesawat ini telah melalui beberapa peningkatan, menjadikannya lebih canggih dan serbaguna daripada jet mana pun yang dimiliki Ukraina saat ini, dan merupakan saingan sengit bagi sebagian besar pesawat Rusia, dengan pengecualian model-model baru yang ragu-ragu digunakan Moskow di Ukraina.
“Serangan balasan kami bisa jauh lebih efektif dan lebih aman bagi orang-orang kami di lapangan (jika kami memiliki F-16),” kata Juice.
“Saya percaya itu bisa menjadi pengubah permainan nyata untuk serangan balik dan untuk seluruh perang, karena F-16 mampu melakukan banyak pekerjaan penting untuk pasukan kita, untuk perlawanan kita,” tuturnya.
Seperti Pumba, Juice juga mengkhawatirkan pertahanan udara dan jet tempur Su-35 Rusia, tetapi mengatakan Ukraina telah mampu mengurangi keefektifannya dengan mengadopsi taktik baru.
“Kami mencoba bermanuver untuk menghindarinya dan menentukan jendela untuk melibatkan target ketika risikonya paling rendah dan benar-benar berhasil,” jelasnya.
“Tapi itu tidak menjamin keamanan kami karena Rusia juga mencoba untuk belajar, dan mereka juga mengubah taktik mereka,” ujarnya.
Bahkan dengan rudal yang dipasok Barat, keberhasilannya tidak 100% sementara mereka terus menggunakan pesawat ini.
“Sayangnya, dalam kasus rudal HARM, itu sedikit terbatas,” katanya, menjelaskan bahwa Ukraina hanya dapat menggunakan sekitar 25% dari potensi rudal penarget radar ini.
“Kami tidak dapat menggunakan 100% potensinya karena keterbatasan jangkauan karena keterbatasan akurasi,” ungkapnya.
“Rudal yang sama pada F-16 akan jauh lebih efektif,” tambahnya.
Tuntutan pilot seperti Juice dan Pumba telah bergema sampai ke eselon atas pemerintah Ukraina, termasuk Menteri Pertahanan Oleksyi Reznikov dan Presiden Volodymyr Zelensky, yang keduanya menjadikan pengadaan jet tempru F-16 sebagai prioritas.
Beberapa negara Barat, khususnya AS, telah menunjukkan beberapa penolakan terhadap gagasan tersebut — takut eskalasi dengan Moskow, setidaknya untuk saat ini. Tetapi AS sekarang mengatakan akan melatih pilot Ukraina di pesawat, dan Inggris serta Denmark telah mendesak lebih banyak lagi.
Baca Juga: Sama dengan Nasib Tank Leopard, Putin Ancam Hancurkan Jet Tempur F-16
‘Kami Membutuhkan Lebih Banyak Lagi’
Untuk Juice dan wingmennya, pelatihan sudah dimulai sejak lama.
Lihat Juga :