3 Perbandingan Kekuatan Rudal Kinzhal Rusia vs Rudal Patriot AS di Ukraina

Selasa, 20 Juni 2023 - 19:08 WIB
loading...
3 Perbandingan Kekuatan...
3 perbandingan kekuatan rudal Kinzhal Rusia vs rudal Patriot AS. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
JAKARTA - Rusia yang sebelumnya telah membangga-banggakan rudal hipersonik buatannya, Kinzhal, tak bisa berkata banyak usai senjata tersebut ditembak jatuh oleh tentara Ukraina menggunakan rudal Patriot dari Amerika Serikat (AS) pada Mei 2023.

Dikutip dari Business Insider, seorang ahli pertahanan rudal menyebut bahwa pencegatan rudal Kinzhal oleh rudal Patriot dipandang sebagai pertahanan yang mengesankan karena membuktikan bahwa senjata buatan Rusia tersebut rupanya tak sehebat yang diungkapkan.

Sebelumnya, pihak pembuat rudal Kinzhal, Rostec mengklaim bahwa tidak ada penanggulangan untuk rudal buatan mereka. Selain itu, Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu mengatakan bahwa belum ada negara lain yang memiliki rudal secanggih Kinzhal.

Dari peperangan rudal tersebut membuat sejumlah pihak mulai penasaran akan kehebatan kedua senjata penghancur milik dua negara adidaya ini.

Secara ukuran, rudal Kinzhal memiliki dimensi yang lebih besar dengan panjang mencapai 7,2 meter dan bobot mencapai 480 kg. Sementara rudal Patriot hanya punya panjang 5,3 meter.

3 Perbandingan Kekuatan Rudal Kinzhal Rusia vs Rudal Patriot


Berikut ini tiga perbandingan kekuatan rudal Kinzhal punya Rusia dan Patriot milik Amerika Serikat di Ukraina.

1. Kecepatan dan Jangkauan


Rudal Kinzhal rusia yang punya bobot 1.00 pon atau 480 kg diklaim memiliki kecepatan sekitar 3.000 mil/jam atau 5.000 km/jam saat diluncurkan.

Untuk kecepatan maksimalnya sendiri diklaim dapat mencapai 12 kali kecepatan suara, sekitar (9.200 mil per jam atau 14.800 km/jam. Sedangkan jangkauan rudal ini diperkirakan sekitar 1.500 km.

Berbeda dari Kinzhal yang punya kecepatan dan jangkauan luar biasa, rudal Patriot dari AS justru memiliki kecepatan dan jangkauan yang jauh lebih rendah.

Kecepatan rudal Patriot diperkirakan hanya mencapai Mach 2 atau 2.500 km/jam, dengan jangkauan mencapai 70 km sampai 150 km saja.

2. Daya Ledak


Sebagai senjata yang digembar-gemborkan tak terkalahkan oleh Rusia, rudal Kinzhal diketahui memiliki kekuatan ledakannya setara 100 sampai 500 kiloton TNT.

Sedangkan untuk rudal Patriot yang pada dasarnya adalah rudal perlindungan dari serangan udara tentulah tidak memiliki daya ledak sebesar itu.

3. Radar


Radar Patriot dikabarkan mampu melacak pesawat jet tempur pada jarak 110-130 kilometer, pesawat pembom pada jarak 160-190 kilometer, rudal pada jarak 85-100 kilometer dan hulu ledak rudal di kisaran jarak 60-70 kilometer.

Rudal ini juga mampu menerima data target dari pos komando pusat atau pesawat pengintai, seperti E-3 Sentry.

Selain dikenal akan akselerasinya yang luar biasa, rudal Kinzhal juga memiliki sistem radar mumpuni. Dilansir dari laman Weapon system, Terdapat dua radar yang terpasang di senjata itu, yang dimana keduanya telah memiliki sistem IFF untuk memandu rudal ke target yang ditentukan.

Secara keseluruhan, rudal Kinzhal dari Rusia memang mendominasi dari segala lini. Meskipun memiliki teknologi dan kemampuan yang canggih bukan berarti membuat senjata tersebut tak terhentikan.

Buktinya rudal Kinzhal yang diklaim punya kecepatan manuver luar biasa justru mampu ditembak jatuh oleh rudal andalan AS yang punya kemampuan jauh di bawahnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved