Trump Izinkan AS Jual Drone Maut dan Tercanggih MQ-9 Reaper ke Sekutu

Sabtu, 25 Juli 2020 - 16:38 WIB
loading...
Trump Izinkan AS Jual...
Drone MQ-9 Reaper atau dikenal sebagai drone Predator Amerika Serikat. Foto/USAF
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Presiden Donald Trump mengizinkan kontraktor pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk menjual lebih banyak drone tercanggih dan mematikan kepada sekutu-sekutu Amerika.

Drone atau pesawat nirawak yang dibolehkan dijual ke luar negeri itu mencakup drone MQ-9Reaper atau dikenal dengan nama Predator produksi General Atomics. Drone mata-mata paling canggih AS, Global Hawk produksi Northrop Grumman, juga diizinkan dijual ke luar negeri.

Otorisasi itu berarti pemerintah Trump akan menafsirkan ulang perjanjian senjata era Perang Dingin antara AS dan 34 negara yang selama ini memperketat penjualan drone-drone mematikan.

"Presiden Donald Trump telah memutuskan untuk menerapkan kebijaksanaan nasional kami untuk melakukan perubahan," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

Izin dari pemerintah Trump ini juga akan membuka jalan penjualan drone bersenjata AS kepada pemerintah yang kurang stabil yang dilarang membelinya di bawah Missile Technology Control Regime (MTCR) yang sudah berlaku selama 33 tahun.

Menurut pernyataan Gedung Putih, pembicaraan dua tahun gagal mereformasi MTCR. Langkah terbaru pemerintah ini telah membuat khawatir para pendukung kendali senjata yang mengatakan penjualan drone canggih AS ke lebih banyak negara dapat memicu perlombaan senjata global.

"Pemerintahan Trump sekali lagi melemahkan kontrol ekspor internasional pada ekspor drone yang mematikan," kata Senator Bob Menendez dalam sebuah pernyataan. (Baca: Iran: Jet Tempur F-15 AS Cegat Mahan Air Aksi Teroris dan Agresi! )

"Keputusan sembrono ini membuat kita lebih mungkin mengekspor beberapa persenjataan kita yang paling mematikan ke para pelanggar HAM di seluruh dunia," katanya lagi.

MTCR mengklasifikasikan drone besar sebagai rudal jelajah, dan karenanya, tunduk pada pembatasan ekspor yang ketat.

"Amerika Serikat tetap menjadi anggota yang berkomitmen pada MTCR dan menganggapnya sebagai alat non-proliferasi penting untuk mengekang penyebaran teknologi rudal canggih ke negara-negara seperti Korea Utara dan Iran. Mencegah penggunaan dan penyebaran WMD (senjata pemusnah massal) dan cara pengirimannya tetap menjadi prioritas administrasi (Trump)," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Megan Ortagus dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/7/2020).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved