3 Prioritas Utama dalam Perundingan Strategis AS-China

Senin, 19 Juni 2023 - 07:26 WIB
loading...
A A A
AS ingin membatasi ekspor komponen kimia produksi China yang digunakan untuk membuat fentanyl, opioid sintetik yang jauh lebih kuat daripada heroin.

Tingkat kematian akibat overdosis obat di AS yang melibatkan fentanil meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam tujuh tahun terakhir.

"Ini adalah masalah yang sangat kritis dan mendesak bagi Amerika Serikat," kata Kritenbrink. Dia menambahkan, itu merupakan tantangan tersendiri.

Baca Juga: Menlu AS Tiba di China di Tengah Meningkatnya Ketegangan

3. Mencegah Perang

3 Prioritas Utama dalam Perundingan Strategis AS-China

Foto/Reuters

Setelah insiden balon, ada laporan bahwa China sedang mempertimbangkan untuk mengirim senjata ke Rusia, di mana mereka akan segera digunakan dalam perang melawan Ukraina.

Pejabat pemerintah AS telah mundur dari tuduhan tersebut akhir-akhir ini, menghilangkan apa yang bisa menjadi masalah yang sangat diperdebatkan bagi kedua negara yang berisiko mengubah konflik Ukraina-Rusia menjadi proxy antara AS dan Cina.

Tapi berharap Blinken menggemakan peringatan yang diberikan kepada China di Wina bahwa akan ada konsekuensi serius jika China memberikan bantuan militer dan keuangan ke Rusia.

Kapal perang AS dan China telah berhadapan dalam permainan ayam dengan taruhan tinggi di atas Selat Taiwan dan Laut China Selatan. China mengklaim wilayah itu sebagai milik mereka, sementara AS bersikeras bahwa itu adalah perairan internasional.

Blinken dan tim diplomatiknya mengatakan bahwa tujuannya dalam perjalanan ini adalah untuk mengurangi risiko ketegangan, dan komunikasi baru adalah tempat untuk memulai.

Mencapai lebih banyak mungkin menjadi tugas berat untuk saat ini - dan kerja sama yang lebih luas bisa menjadi lebih sulit bagi Biden karena retorika anti-China di Washington pasti akan memanas ketika pemilihan presiden 2024 semakin dekat.

Hasil yang memuaskan dari perjalanan ini bagi kedua belah pihak mungkin hanyalah terbukanya saluran komunikasi yang mencegah insiden yang mengarah ke konflik militer.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Tegas, Trump Larang...
Tegas, Trump Larang Netanyahu Balas Serangan Iran: Dia Harus Nurut!
Rekomendasi
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
Berita Terkini
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved