Intel Inggris Konfirmasi Jenderal Rusia Sergei Goryachev Tewas Dirudal Ukraina
Sabtu, 17 Juni 2023 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
Outlet berita independen berbahasa Rusia, Mediazona, melaporkan empat jenderal Rusia, 58 kolonel, dan 176 letnan kolonel tewas di Ukraina sejak 24 Februari 2022.
Beberapa kematian paling terkenal dilaporkan disebabkan oleh serangan jarak jauh oleh Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan Amerika Serikat, yang telah menimbulkan malapetaka pada formasi dan pusat pasokan Rusia hingga akhir 2022.
Pasukan Rusia dilaporkan mengadopsi penyebaran pasukan dan pendekatan logistik yang lebih terdesentralisasi sebagai tanggapan atas pengenalan HIMARS, yang tampaknya membendung aliran kematian pejabat tinggi.
Pengamat berspekulasi bahwa pengenalan rudal Storm Shadow dapat membalikkan proses ini, menempatkan komandan Rusia kembali di garis bidik Ukraina saat Kyiv mendorong serangan balasannya.
Pavel Luzin, seorang analis politik Rusia dan sarjana tamu di Sekolah Hukum dan Diplomasi Fletcher, mengatakan kepada Newsweek: "Pasukan Rusia sebagian beradaptasi dengan HIMARS hanya dalam hal logistik: penyimpanan besar dikerahkan jauh dari jarak HIMARS."
“Kematian sang jenderal menyoroti kemampuan intelijen dan pengintaian Ukraina yang baik,” imbuh Luzin. “Dan tentu saja, itu berarti peningkatan kedalaman serangan berkat misil-misil baru.”
Kementerian Pertahanan Rusia belum berkomentar atas laporan tentang kematian Jenderal Goryachev.
Beberapa kematian paling terkenal dilaporkan disebabkan oleh serangan jarak jauh oleh Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan Amerika Serikat, yang telah menimbulkan malapetaka pada formasi dan pusat pasokan Rusia hingga akhir 2022.
Pasukan Rusia dilaporkan mengadopsi penyebaran pasukan dan pendekatan logistik yang lebih terdesentralisasi sebagai tanggapan atas pengenalan HIMARS, yang tampaknya membendung aliran kematian pejabat tinggi.
Pengamat berspekulasi bahwa pengenalan rudal Storm Shadow dapat membalikkan proses ini, menempatkan komandan Rusia kembali di garis bidik Ukraina saat Kyiv mendorong serangan balasannya.
Pavel Luzin, seorang analis politik Rusia dan sarjana tamu di Sekolah Hukum dan Diplomasi Fletcher, mengatakan kepada Newsweek: "Pasukan Rusia sebagian beradaptasi dengan HIMARS hanya dalam hal logistik: penyimpanan besar dikerahkan jauh dari jarak HIMARS."
“Kematian sang jenderal menyoroti kemampuan intelijen dan pengintaian Ukraina yang baik,” imbuh Luzin. “Dan tentu saja, itu berarti peningkatan kedalaman serangan berkat misil-misil baru.”
Kementerian Pertahanan Rusia belum berkomentar atas laporan tentang kematian Jenderal Goryachev.
(mas)
Lihat Juga :