Pria Rusia Bakar Al-Qur'an, Ini Respons Keras Vladimir Putin
Sabtu, 17 Juni 2023 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Menyusul insiden tersebut, Menteri Kehakiman Rusia Konstantin Chuichenko mengusulkan: "Setelah putusan dijatuhkan, orang yang melakukan kejahatan harus dikirim untuk menjalani hukumannya di salah satu lembaga pemasyarakatan yang terletak di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim."
Putusan atas kasus Zhuravel belum dijatuhkan, meski situs web Caucasian Knot mengutip seorang pengacara, Galina Tarasova, yang menjelaskan bahwa menurut undang-undang, kasus pidana harus diselidiki di tempat kejahatan dilakukan.
Sementara itu, pengacara lain; Ekaterina Vanslova, mengatakan: "Pria itu dikirim ke wilayah di mana, karena keadaan kasus ini dan kekhususan wilayah tersebut, ada risiko penyiksaan yang wajar dan bahkan risiko nyawa Zhuravel."
Awal tahun ini, Rusia mengecam pembakaran salinan Al-Qur'an di Ibu Kota Swedia, Stockholm, oleh Rasmum Paludan, seorang pemimpin partai sayap kanan, dalam langkah provokatif yang juga menuai kecaman, menyerukan boikot, dan protes di seluruh dunia Muslim.
Putusan atas kasus Zhuravel belum dijatuhkan, meski situs web Caucasian Knot mengutip seorang pengacara, Galina Tarasova, yang menjelaskan bahwa menurut undang-undang, kasus pidana harus diselidiki di tempat kejahatan dilakukan.
Sementara itu, pengacara lain; Ekaterina Vanslova, mengatakan: "Pria itu dikirim ke wilayah di mana, karena keadaan kasus ini dan kekhususan wilayah tersebut, ada risiko penyiksaan yang wajar dan bahkan risiko nyawa Zhuravel."
Awal tahun ini, Rusia mengecam pembakaran salinan Al-Qur'an di Ibu Kota Swedia, Stockholm, oleh Rasmum Paludan, seorang pemimpin partai sayap kanan, dalam langkah provokatif yang juga menuai kecaman, menyerukan boikot, dan protes di seluruh dunia Muslim.
(mas)
Lihat Juga :