Rusia Bantah Uji Coba Senjata Anti-Satelit di Luar Angkasa

Sabtu, 25 Juli 2020 - 10:03 WIB
loading...
Rusia Bantah Uji Coba...
Sebuah penguat roket Soyuz-2 1b yang membawa satelit militer Kosmos 2546 Rusia diluncurkan di wilayah Arkhangelsk pada bulan Mei. Foto: Kementerian Pertahanan Rusia/TASS
A A A
MOSKOW - Rusia membantah tuduhan Amerika Serikat (AS) dan Inggris bahwa Moskow telah menguji coba senjata anti-satelit di luar angkasa. Menurut Moskow tuduhan itu sebagai propaganda untuk membenarkan rencana Washington sendiri guna menggunakan senjata di orbit.

Para pejabat AS dan Inggris mengklaim pada hari Kamis bahwa uji coba senjata anti-satelit pada 15 Juli mengisyaratkan upaya Rusia untuk terus mengembangkan teknologi yang dapat mengancam aset ruang angkasa AS dan sekutunya.

Kementerian Luar Negeri Rusia menolak tuduhan itu, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kegiatan pada 15 Juli tidak mengancam objek ruang angkasa lainnya dan mematuhi hukum internasional.

"Ini menggambarkan klaim tersebut sebagai bagian dari kampanye informasi untuk mendiskreditkan kegiatan luar angkasa Rusia dan inisiatif damai yang bertujuan mencegah perlombaan senjata di ruang angkasa," kata kementerian itu seperti dikutip ABC News, Sabtu (25/7/2020).

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, juga mengomentari tuduhan Amerika dan Inggris. "Rusia selalu dan tetap merupakan negara yang berkomitmen untuk menyelesaikan demiliterisasi ruang angkasa dan (negara) non-penyebaran segala jenis senjata di luar angkasa," katanya. (Baca: Inggris dan AS Tuding Rusia Tembakan Proyektil dari Satelit Luar Angkasa )

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya menyatakan bahwa peristiwa 15 Juli itu melibatkan "kendaraan ruang angkasa mini" yang memeriksa salah satu satelit nasional dari jarak dekat menggunakan peralatan khusus.

"Inspeksi itu memberikan informasi berharga tentang objek yang diperiksa, yang ditransmisikan ke fasilitas kontrol berbasis darat," kata kementerian tersebut.

Namun para pejabat militer AS mengatakan kegiatan Rusia itu tidak konsisten dengan misi satelit pengawas yang disebutkan.

"Sistem satelit Rusia yang digunakan untuk melakukan uji senjata on-orbit ini adalah sistem satelit yang sama dengan yang kami kemukakan tentang awal tahun ini, ketika Rusia bermanuver di dekat satelit pemerintah AS," kata Jenderal Angkatan Udara John W. Raymond, komandan Komando Luar Angkasa Amerika Serikat.

Dalam dokumen strategi luar angkasa yang diterbitkan bulan lalu, Pentagon menegaskan bahwa China dan Rusia menghadirkan ancaman strategis terbesar karena pengembangan, pengujian, dan penyebaran kemampuan kontraruang angksa mereka dan doktrin militer terkait untuk pekerjaan dalam konflik yang meluas di ruang angkasa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved