Beijing Desak Washington Setop Campuri Urusan China

Rabu, 14 Juni 2023 - 20:55 WIB
loading...
Beijing Desak Washington...
Ilustrasi
A A A
BEIJING - Menteri Luar Negeri China , Qin Gang mendesak Amerika Serikat (AS) untuk berhenti mencampuri urusan China dan membahayakan keamanannya. Hal itu diungkapkan Gang dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, Rabu (14/6/2023).

Gang menyampaikan desakan ini jelang rencana kunjungan Blinken ke Beijing, yang diharapkan terwujud dalam beberapa hari mendatang.



“Qin mengatakan kepada Blinken untuk menghormati perhatian inti China, seperti masalah Taiwan, dalam upaya untuk menahan hubungan yang menurun antara negara adidaya,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, seperti dikutip dari Reuters.

"Sejak awal tahun, hubungan China-AS menghadapi kesulitan dan tantangan baru, dan tanggung jawabnya jelas," kata Qin kepada Blinken, menurut pernyataan itu.

“Amerika Serikat harus berhenti mencampuri urusan dalam negeri China, dan berhenti merusak kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China atas nama persaingan," tambah Qin.

Sementara Blinken menekankan perlunya komunikasi "untuk menghindari kesalahan perhitungan dan konflik" dan mengatakan AS akan terus meningkatkan bidang yang menjadi perhatian serta potensi kerja sama dengan China.



Jika lawatan Blinken terwujud, itu akan menjadi kunjungan pertama diplomat top Washington ke China dalam lima tahun terakhir dan kunjungan profil tertinggi pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Kementerian luar negeri China belum mengungkapkan informasi tentang perjalanan Blinken, tetapi seorang pejabat AS Jumat lalu mengatakan Blinken akan berada di Beijing pada 18 Juni, tanpa memberikan rincian lainnya.

Sebelumnya, Blinken membatalkan perjalanan yang direncanakan ke Beijing pada bulan Februari karena diduga balon mata-mata China terbang di atas Amerika Serikat.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
Senator AS Pecahkan...
Senator AS Pecahkan Rekor Mencela Trump dengan Pidato 25 Jam Non-Stop
Tak Hanya pada Indonesia,...
Tak Hanya pada Indonesia, Trump Terapkan Tarif untuk Israel dalam Perang Dagang Global
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Selamatkan Puluhan Warga...
Selamatkan Puluhan Warga Korsel dari Kebakaran Hutan, WNI Bisa Dapat Visa Jangka Panjang
Daftar Lengkap Negara...
Daftar Lengkap Negara Dikenakan Tarif Masuk oleh Trump, Paling Tinggi Kamboja 49 Persen
Rekomendasi
Spanduk Pessi Bikin...
Spanduk Pessi Bikin Lionel Messi Mati Kutu! LAFC Bungkam Inter Miami di Concacaf Champions Cup 2025
Lonjakan Arus Mudik...
Lonjakan Arus Mudik di GT Kalikangkung Capai 5,8 Persen, Polisi: Tahun Ini Ada Anomali
102.925 Pengunjung Serbu...
102.925 Pengunjung Serbu Ragunan di H+2 Lebaran, Jalanan Macet!
Berita Terkini
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
57 menit yang lalu
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
1 jam yang lalu
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
2 jam yang lalu
Senator AS Pecahkan...
Senator AS Pecahkan Rekor Mencela Trump dengan Pidato 25 Jam Non-Stop
3 jam yang lalu
Tak Hanya pada Indonesia,...
Tak Hanya pada Indonesia, Trump Terapkan Tarif untuk Israel dalam Perang Dagang Global
4 jam yang lalu
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan China Mampu...
5 Alasan China Mampu Akhiri Dominasi Kapal Induk Amerika Serikat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved