5 Kelemahan Tentara Ukraina selama Perang Melawan Rusia
Rabu, 14 Juni 2023 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan militer keuangan AS ke Ukraina berjumlah USD19,9 miliar pada 2022. Meskipun ini adalah jumlah terbesar bantuan militer yang diberikan oleh negara mana pun kepada satu penerima manfaat sejak perang dingin, itu hanya mewakili 2,3% dari total pengeluaran militer AS.
Ukraina juga mendapatkan senjata yang telah disumbangkan oleh setidaknya 31 pemerintah Barat. Inggris telah mengirimkan rudal anti-tank, anti-udara, dan anti-kapal, sistem pertahanan udara, dan senjata lainnya. Slovakia menyediakan sistem pertahanan udara S-300; drone, howitzer, rudal, dan sistem anti-lapis baja AS.
Idealnya, senjata-senjata ini telah memungkinkan Ukraina untuk memaksimalkan keunggulan lapangannya, meningkatkan tekad pasukannya yang lebih besar, dan mengeksploitasi kelemahan militer Rusia dan kurangnya perencanaan dan persiapan yang memadai.
Faktanya? Bantuan senjata dan peralatan tempur justru memperlemah tentara Ukraina karena mereka tidak handal dalam menggunakannya.
"Sementara Ukraina dibanjiri dengan senjata dan persediaan serta peralatan militer lainnya, pejabat Kementerian Pertahanan dan pejuang sukarelawan diam-diam mengakui bahwa mereka tidak memiliki kapasitas untuk menyerap begitu banyak bantuan," ungkap Suriya Jayanti, mantan diplomat AS, dilansir TIME.
![5 Kelemahan Tentara Ukraina selama Perang Melawan Rusia]()
Foto/Reuters
Selama bertahun-tahun sebelum invasi Rusia, pemimpin Ukraina mendapatkan kenyamanan Memorandum Budapest 1994 yang menjamin keamanan dan kedaulatan teritorial dari Amerika Serikat, Inggris dan Rusia.
“Kami menandatangani semua senjata nuklir kami dan mereka masing-masing berjanji untuk melindungi kami,” kata Leonid Kravchuk, presiden pertama Ukraina, yang menandatangani kesepakatan tersebut.
Ukraina juga mendapatkan senjata yang telah disumbangkan oleh setidaknya 31 pemerintah Barat. Inggris telah mengirimkan rudal anti-tank, anti-udara, dan anti-kapal, sistem pertahanan udara, dan senjata lainnya. Slovakia menyediakan sistem pertahanan udara S-300; drone, howitzer, rudal, dan sistem anti-lapis baja AS.
Idealnya, senjata-senjata ini telah memungkinkan Ukraina untuk memaksimalkan keunggulan lapangannya, meningkatkan tekad pasukannya yang lebih besar, dan mengeksploitasi kelemahan militer Rusia dan kurangnya perencanaan dan persiapan yang memadai.
Faktanya? Bantuan senjata dan peralatan tempur justru memperlemah tentara Ukraina karena mereka tidak handal dalam menggunakannya.
"Sementara Ukraina dibanjiri dengan senjata dan persediaan serta peralatan militer lainnya, pejabat Kementerian Pertahanan dan pejuang sukarelawan diam-diam mengakui bahwa mereka tidak memiliki kapasitas untuk menyerap begitu banyak bantuan," ungkap Suriya Jayanti, mantan diplomat AS, dilansir TIME.
5. Terjebak dengan Sejarah

Foto/Reuters
Selama bertahun-tahun sebelum invasi Rusia, pemimpin Ukraina mendapatkan kenyamanan Memorandum Budapest 1994 yang menjamin keamanan dan kedaulatan teritorial dari Amerika Serikat, Inggris dan Rusia.
“Kami menandatangani semua senjata nuklir kami dan mereka masing-masing berjanji untuk melindungi kami,” kata Leonid Kravchuk, presiden pertama Ukraina, yang menandatangani kesepakatan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :