Wilayah Kherson Rusia Akui Ukraina sebagai Bahasa Resmi
Senin, 12 Juni 2023 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Penjabat gubernur menegaskan bahasa tersebut tidak dilarang di wilayah tersebut, tetapi menegaskan siswa di sana tidak ingin mempelajarinya.
DPR dan negara tetangga Republik Rakyat Lugansk telah berkonflik dengan Ukraina sejak 2014, ketika mereka menolak mengakui kudeta kekerasan di Kiev dan akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan.
Sementara itu, Ukraina terus menindak bahasa Rusia di dalam negerinya. Pada bulan Februari, ombudsman yang bertugas melindungi bahasa Ukraina, Taras Kremen, berpendapat bahwa berbicara bahasa Rusia harus dilarang di semua kampus universitas Ukraina.
Pada Januari, Akademi Kiev-Mohyla (NaUKMA) yang terkenal, salah satu universitas tertua di Ukraina, secara resmi melarang siswa dan pendidik menggunakan bahasa Rusia di lingkungannya.
Kiev mengeluarkan undang-undang yang menyatakan bahasa Ukraina adalah satu-satunya bahasa yang dapat digunakan dalam proses pendidikan pada 2019.
Moskow telah berulang kali mengecam kebijakan semacam itu, dengan alasan "pemaksaan Ukrainaisasi" negara itu melanggar norma internasional dan melanggar hak-hak penutur asli bahasa Rusia di Ukraina, yang merupakan sekitar seperempat dari populasi.
DPR dan negara tetangga Republik Rakyat Lugansk telah berkonflik dengan Ukraina sejak 2014, ketika mereka menolak mengakui kudeta kekerasan di Kiev dan akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan.
Sementara itu, Ukraina terus menindak bahasa Rusia di dalam negerinya. Pada bulan Februari, ombudsman yang bertugas melindungi bahasa Ukraina, Taras Kremen, berpendapat bahwa berbicara bahasa Rusia harus dilarang di semua kampus universitas Ukraina.
Pada Januari, Akademi Kiev-Mohyla (NaUKMA) yang terkenal, salah satu universitas tertua di Ukraina, secara resmi melarang siswa dan pendidik menggunakan bahasa Rusia di lingkungannya.
Kiev mengeluarkan undang-undang yang menyatakan bahasa Ukraina adalah satu-satunya bahasa yang dapat digunakan dalam proses pendidikan pada 2019.
Moskow telah berulang kali mengecam kebijakan semacam itu, dengan alasan "pemaksaan Ukrainaisasi" negara itu melanggar norma internasional dan melanggar hak-hak penutur asli bahasa Rusia di Ukraina, yang merupakan sekitar seperempat dari populasi.
(sya)
Lihat Juga :