Mengharukan, Pesan Terakhir Ibu 4 Anak Korban Selamat Pesawat Jatuh di Kolombia
Senin, 12 Juni 2023 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Valencia, yang juga mengunjungi anak-anak di rumah sakit Bogota tempat mereka memulihkan diri, mengatakan mereka hancur tapi berada di tangan yang baik dan senang mereka masih hidup.
"Kami berada dalam kegelapan, tetapi sekarang fajar telah merekah dan saya telah melihat cahaya," dia menambahkan.
Waktu terjadi cobaan yang mereka hadapai juga menguntungkan. Astrid Caceres, kepala Institut Kesejahteraan Keluarga Kolombia, mengatakan anak-anak bisa makan buah karena hutan sedang panen.
Damaris Mucutuy, seorang bibi dari anak-anak tersebut, mengatakan kepada sebuah stasiun radio bahwa anak-anak itu baik-baik saja meskipun mengalami dehidrasi dan gigitan serangga. Dia mengatakan mereka juga telah ditawari dukungan kesehatan mental.
Sebuah tim pencari menemukan pesawat itu pada 16 Mei di sepetak hutan hujan yang lebat dan menemukan mayat tiga orang dewasa di dalamnya, tetapi anak-anak tidak dapat ditemukan.
Merasa mereka masih hidup, tentara Kolombia meningkatkan perburuan dan menerbangkan 150 tentara dengan anjing ke daerah itu, di mana kabut dan dedaunan tebal sangat membatasi jarak pandang. Puluhan relawan Pribumi juga ikut melakukan pencarian.
Tentara dengan helikopter menjatuhkan kotak berisi makanan ke dalam hutan, berharap itu akan membantu kelangsungan hidup anak-anak. Pesawat yang terbang di atas area tersebut menembakkan suar untuk membantu kru pencarian di darat pada malam hari, dan penyelamat menggunakan pengeras suara yang membunyikan pesan yang direkam oleh nenek saudara kandung yang menyuruh mereka untuk tetap di satu tempat.
Saat pencarian berlangsung, tentara menemukan petunjuk kecil yang membuat mereka percaya bahwa anak-anak itu masih hidup, termasuk jejak kaki, botol bayi, popok, dan potongan buah yang tampak seperti digigit manusia.
Jenderal Pedro Sanchez, yang bertanggung jawab atas upaya penyelamatan, mengatakan anak-anak itu ditemukan 5 km dari lokasi kecelakaan di sebuah pembukaan hutan kecil. Dia mengatakan tim penyelamat telah melewati dalam jarak 20 hingga 50 meter dari tempat anak-anak itu ditemukan beberapa kali tetapi tidak berhasil menemukan mereka.
“Anak-anak kecil sudah sangat lemah,” kata Sanchez. “Mereka hanya cukup kuat untuk bernapas atau meraih buah kecil untuk makan sendiri atau minum setetes air di hutan,” ungkapnya.
Masih ada kebingungan mengapa anak-anak itu tidak ditemukan lebih awal, mengingat tim pencari telah lewat begitu dekat dengan mereka. Paman buyut mereka mengatakan bahwa rasa takut mungkin membuat mereka bersembunyi dari para penyelamat mereka.
“Mereka ketakutan di luar sana, dengan gonggongan anjing,” kata Valencia. "Mereka bersembunyi di antara pepohonan ... mereka lari," imbuhnya.
Anak-anak mungkin takut dengan regu pencari berseragam karena ayah mereka sebelumnya telah diancam oleh anggota unit pembangkang dari kelompok pemberontak Kolombia yang didemobilisasi, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia.
Menurut Alicia Mendez, jurnalis El Tiempo, anak-anak juga ketakutan saat mendengar suara nenek mereka menggelegar dari pengeras suara.
"Kami berada dalam kegelapan, tetapi sekarang fajar telah merekah dan saya telah melihat cahaya," dia menambahkan.
Waktu terjadi cobaan yang mereka hadapai juga menguntungkan. Astrid Caceres, kepala Institut Kesejahteraan Keluarga Kolombia, mengatakan anak-anak bisa makan buah karena hutan sedang panen.
Damaris Mucutuy, seorang bibi dari anak-anak tersebut, mengatakan kepada sebuah stasiun radio bahwa anak-anak itu baik-baik saja meskipun mengalami dehidrasi dan gigitan serangga. Dia mengatakan mereka juga telah ditawari dukungan kesehatan mental.
Sebuah tim pencari menemukan pesawat itu pada 16 Mei di sepetak hutan hujan yang lebat dan menemukan mayat tiga orang dewasa di dalamnya, tetapi anak-anak tidak dapat ditemukan.
Merasa mereka masih hidup, tentara Kolombia meningkatkan perburuan dan menerbangkan 150 tentara dengan anjing ke daerah itu, di mana kabut dan dedaunan tebal sangat membatasi jarak pandang. Puluhan relawan Pribumi juga ikut melakukan pencarian.
Tentara dengan helikopter menjatuhkan kotak berisi makanan ke dalam hutan, berharap itu akan membantu kelangsungan hidup anak-anak. Pesawat yang terbang di atas area tersebut menembakkan suar untuk membantu kru pencarian di darat pada malam hari, dan penyelamat menggunakan pengeras suara yang membunyikan pesan yang direkam oleh nenek saudara kandung yang menyuruh mereka untuk tetap di satu tempat.
Saat pencarian berlangsung, tentara menemukan petunjuk kecil yang membuat mereka percaya bahwa anak-anak itu masih hidup, termasuk jejak kaki, botol bayi, popok, dan potongan buah yang tampak seperti digigit manusia.
Jenderal Pedro Sanchez, yang bertanggung jawab atas upaya penyelamatan, mengatakan anak-anak itu ditemukan 5 km dari lokasi kecelakaan di sebuah pembukaan hutan kecil. Dia mengatakan tim penyelamat telah melewati dalam jarak 20 hingga 50 meter dari tempat anak-anak itu ditemukan beberapa kali tetapi tidak berhasil menemukan mereka.
“Anak-anak kecil sudah sangat lemah,” kata Sanchez. “Mereka hanya cukup kuat untuk bernapas atau meraih buah kecil untuk makan sendiri atau minum setetes air di hutan,” ungkapnya.
Masih ada kebingungan mengapa anak-anak itu tidak ditemukan lebih awal, mengingat tim pencari telah lewat begitu dekat dengan mereka. Paman buyut mereka mengatakan bahwa rasa takut mungkin membuat mereka bersembunyi dari para penyelamat mereka.
“Mereka ketakutan di luar sana, dengan gonggongan anjing,” kata Valencia. "Mereka bersembunyi di antara pepohonan ... mereka lari," imbuhnya.
Anak-anak mungkin takut dengan regu pencari berseragam karena ayah mereka sebelumnya telah diancam oleh anggota unit pembangkang dari kelompok pemberontak Kolombia yang didemobilisasi, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia.
Menurut Alicia Mendez, jurnalis El Tiempo, anak-anak juga ketakutan saat mendengar suara nenek mereka menggelegar dari pengeras suara.
Lihat Juga :