4 Negara Yang Melarang Penggunaan Plastik Sekali Pakai, Nomor 3 Memberlakukan Denda Rp595 Juta

Kamis, 08 Juni 2023 - 12:09 WIB
loading...
4 Negara Yang Melarang...
Plastik kerap menjadi penyebab bencana. Foto/Reuters
A A A
LONDON - Plastik sekali pakai adalah penyebab utama polusi plastik dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari sedotan sekali pakai, gelas, botol, dan tas belanja telah menyumbang sekitar 130 juta ton sampah.

Sampah tersebut dibakar, dikubur di tempat pembuangan akhir, atau dibuang langsung ke laut. Tapi sayangnya, plastik tidak terurai.

Artinya, seiring berjalannya waktu, produk-produk tersebut secara bertahap akan terurai menjadi mikroplastik yang merusak lingkungan, merusak habitat, dan berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Akibatnya, banyak negara mulai memberlakukan larangan plastik sekali pakai dalam berbagai tingkatan. Uni Eropa adalah salah satu otoritas pemerintahan yang telah berusaha untuk mengabadikan praktik-praktik yang lebih bersih dan lebih hijau ini dalam undang-undang, tetapi hanya melihat sedikit kepatuhan di antara negara-negara anggotanya.

Negara-negara seperti Prancis dan Yunani telah membuat perubahan dan bahkan menambahkan langkah-langkah UE untuk membatasi produksi limbah domestik mereka, sementara yang lain tertinggal.

Berikut adalah 4 negara terdepan yang melarang menggunakan plastik sekali pakai.

1. St Kitts dan Nevis

4 Negara Yang Melarang Penggunaan Plastik Sekali Pakai, Nomor 3 Memberlakukan Denda Rp595 Juta

Foto/Reuters

Negara kecil dua pulau St Kitts dan Nevis adalah tujuan populer wisatawan di Karibia yang mengatasi masalah plastik sekali pakai untuk melestarikan keindahan alam dan daya tarik wisatanya.

Prakarsa “Plastics Be Gone” di negara tersebut bertujuan untuk meminimalkan konsumsi hingga 30% selama lima tahun. Sementara skema “Plastic Free July” mendorong penduduk untuk menjauhi sampah plastik sepenuhnya dan memikirkan dampak berbahaya dari perubahan iklim.

Kepulauan ini juga menggunakan dana dari program Kewarganegaraan dengan Investasi (CBI) untuk meningkatkan kesadaran akan konsumsi plastik dan risiko iklim lainnya. Skema tersebut memberikan kewarganegaraan di pulau-pulau tersebut dengan imbalan investasi moneter dalam upaya pengembangan dan keberlanjutan mereka.

Dengan cara ini, investor mendapatkan hak untuk tinggal dan bekerja di negara tersebut dengan menyumbang ke perwalian seperti Dana Pertumbuhan Berkelanjutan, membantu membiayai pembangunan sosial dan ekonomi lintas sektor berkelanjutan seperti energi alternatif, pendidikan, dan perubahan iklim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved