Rusia Khawatir Jet F-16 untuk Ukraina Bisa Bawa Bom Nuklir, Ini Respons Amerika
loading...
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) yang akan dikirim ke Ukraina dapat digunakan untuk membawa senjata nuklir.
Washington merespons dengan menegaskan Amerika tidak menginginkan perang nuklir.
Kekhawatiran Lavrov disampaikan di sebuah pangkalan militer Rusia pada Senin lalu. "Kita harus ingat bahwa satu versi F-16 dapat membawa senjata nuklir," katanya, dalam transkrip pidatonya yang di-posting oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.
"Jika mereka tidak memahami ini, mereka adalah ahli strategi dan perencana militer yang tidak berguna," lanjut Lavrov, meskipun tidak jelas apakah yang dia maksud adalah Ukraina atau sekutu Barat-nya.
"Kami adalah orang-orang yang damai. Satu-satunya hal yang kami inginkan adalah dibiarkan sendiri," kata diplomat top Rusia tersebut.
"Eropa telah memilih jalur perang dengan kami," imbuh dia.
Salah satu versi jet tempur F-16 memang dapat membawa senjata nuklir, namun Ukraina tidak memiliki senjata semacam itu di gudang senjatanya.
Sekadar diketahui, Ukraina menyerahkan semua senjata nuklir warisan Soviet kepada Rusia dengan imbalan jaminan keamanan sekitar 31 tahun silam.
AS mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya akan mengizinkan negara-negara sekutu mengirim jet tempur mereka, meskipun belum ada negara yang benar-benar berkomitmen untuk mengirim F-16 ke Ukraina.
Washington merespons dengan menegaskan Amerika tidak menginginkan perang nuklir.
Kekhawatiran Lavrov disampaikan di sebuah pangkalan militer Rusia pada Senin lalu. "Kita harus ingat bahwa satu versi F-16 dapat membawa senjata nuklir," katanya, dalam transkrip pidatonya yang di-posting oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.
"Jika mereka tidak memahami ini, mereka adalah ahli strategi dan perencana militer yang tidak berguna," lanjut Lavrov, meskipun tidak jelas apakah yang dia maksud adalah Ukraina atau sekutu Barat-nya.
"Kami adalah orang-orang yang damai. Satu-satunya hal yang kami inginkan adalah dibiarkan sendiri," kata diplomat top Rusia tersebut.
"Eropa telah memilih jalur perang dengan kami," imbuh dia.
Salah satu versi jet tempur F-16 memang dapat membawa senjata nuklir, namun Ukraina tidak memiliki senjata semacam itu di gudang senjatanya.
Sekadar diketahui, Ukraina menyerahkan semua senjata nuklir warisan Soviet kepada Rusia dengan imbalan jaminan keamanan sekitar 31 tahun silam.
AS mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya akan mengizinkan negara-negara sekutu mengirim jet tempur mereka, meskipun belum ada negara yang benar-benar berkomitmen untuk mengirim F-16 ke Ukraina.