Kebakaran Hutan Mengamuk di Kanada, Kabut Asap Selimuti AS

Kamis, 08 Juni 2023 - 02:23 WIB
loading...
Kebakaran Hutan Mengamuk...
Patung Liberty di New York, AS, diselimuti kabut dan asap. Foto/REUTERS/Amr Alfiky
A A A
NEW YORK - Lebih daribelasan negara bagian Amerika Serikat (AS) berada di bawah peringatan kualitas udara pada hari Rabu waktu setempat ketika asap dari ratusan kebakaran hutan Kanada menyebar ke selatan. Warna abu-abu kusam nampak di atas langit kota-kota AS dan mendorong para pejabat mendesak penduduk untuk tetap berada di dalam rumah.

Pejabat kesehatan dari Vermont hingga Carolina Selatan di sepanjang Pantai Timur AS, serta di Ohio dan Kansas di Midwest, mendesak jutaan penduduk untuk membatasi waktu mereka di luar rumah. Mereka memperingatkan bahwa partikel halus di atmosfer dapat membuat sulit bernapas dan menimbulkan risiko kesehatan.

Layanan Cuaca Nasional AS mengeluarkan peringatan kualitas udara dari New England hingga ke South Carolina.

"Mengenakan masker dapat membantu membatasi iritasi bagi mereka yang menderita penyakit pernapasan," tulis kantor area Washington di Twitter.

"(Akan) lebih banyak asap pada Kamis & Jumat," sambung tweet tersebut seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/6/2023).

Sekolah di sepanjang Pantai Timur membatalkan kegiatan di luar ruangan, termasuk latihan olahraga, kunjungan lapangan, dan istirahat, untuk melindungi siswa dari kabut asap.

Baca Juga: Penembakan Terjadi di Luar Tempat Wisuda SMA di Richmond Virginia, 2 Orang Tewas dan 5 Terluka

Di Bethesda, Maryland, sebuah sekolah menengah memindahkan upacara kelulusannya ke dalam ruangan, sementara sebuah sekolah dasar di Brooklyn, New York, menunda pesta dansa "Spring Fling". Sebuah sekolah di Montclair, New Jersey, membatalkan perjalanan kelas lima ke taman hiburan Six Flags.

Sekolah umum di kota New York dibuka untuk kelas, meskipun acara dan kegiatan di luar ruangan, termasuk kelulusan sekolah menengah, dibatalkan, ditunda, atau dipindahkan ke dalam ruangan.

Asap melintasi perbatasan utara AS dari Kanada, di mana musim kebakaran dimulai dengan awal yang luar biasa awal dan intens karena kondisi hangat serta kering yang terus-menerus. Kanada berada di jalur musim kebakaran terburuk yang pernah ada.

Langit di atas New York dan banyak kota lain di Amerika Utara berwarna abu-abu, dan udara berbau seperti kayu terbakar. Di banyak tempat, matahari pagi muncul dengan bentuk piringan oranye kecil yang bercahaya. Pencakar langit Kota New York, yang dapat dilihat bermil-mil jauhnya pada hari yang cerah, hampir tidak terlihat.

Pada Rabu pagi, New York memiliki kualitas udara terburuk kedua di dunia, menurut peringkat kota-kota besar oleh perusahaan teknologi kualitas udara Swiss IQAir, dengan Delhi, ibu kota India yang dilanda kabut asap, menempati urutan teratas.

Menurut IQAir, kota Rochester di New York, dekat perbatasan Kanada, memiliki kualitas udara terburuk di negara itu, sementara enam kota di sepanjang Pantai Timur Maryland dan Delaware berada di peringkat 10 terbawah untuk kualitas udara.

Baca Juga: Mantan Intel Angkatan Udara AS: Pentagon Sembunyikan Pesawat Ruang Angkasa Alien

Asap dari kebakaran hutan telah dikaitkan dengan tingkat serangan jantung dan stroke yang naik, peningkatan di ruang gawat darurat untuk kasus asma dan kondisi kesehatan terkait saluran pernapasan, dan iritasi mata, kulit gatal serta ruam, di antara masalah lainnya.

Sebuah Home Depot di Manhattan menjual pembersih udara dan masker saat penduduk berebut untuk melindungi diri dari kondisi berkabut.

"Ini adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota kami dan warga New York harus berhati-hati," kata Walikota New York Eric Adams.

Pihak berwenang Kanada pada hari Rabu mengeluarkan peringatan kualitas udara yang lebih buruk bagi penduduk ibu kota keuangan negara itu, Toronto, karena beberapa kebakaran hutan yang mengamuk telah mencatat rekor tahun ini untuk area yang terbakar.

Sementara kebakaran hutan biasa terjadi di Kanada Barat, ada kobaran api di hampir semua 10 provinsi dan wilayah negara itu, dengan Quebec yang terkena dampak terburuk saat ini.

Sekitar 3,3 juta hektar lahan telah terbakar - sekitar 13 kali lipat rata-rata 10 tahun - dan lebih dari 120.000 orang setidaknya untuk sementara terpaksa keluar dari rumah mereka.

Baca Juga: Mama Muda Ini Pilih Menikahi AI Chatbot daripada Manusia, Alasannya...
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Presiden Hungaria Sulyok...
Presiden Hungaria Sulyok Dilengserkan, Era Loyalis Viktor Orban Berakhir
Rekomendasi
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Berita Terkini
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved