Mengapa Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Terakhir Ukraina Tak Masalah

Sabtu, 03 Juni 2023 - 02:32 WIB
loading...
A A A
"Tenggelamnya Yuri Olefirenko hampir tidak berdampak pada potensi ofensif Angkatan Laut Ukraina dan tidak berdampak sama sekali pada pertahanan pantai Ukraina," kata Mertens kepada Newsweek.

“Kemampuan amfibi nyata yang dimiliki Ukraina jauh berbeda: kapal penyerbu cepat kecil,” imbuh dia.

Yuri Olefirenko, kata Mertens, hanya akan mampu membawa sekitar empat tank Ukraina, dibandingkan dengan kapal serupa tetapi lebih besar yang dikerahkan selama abad ke-20, yang dapat memuat empat kali lipat jumlah itu.

Menurut Mertens, itu juga tidak akan banyak berguna dalam meluncurkan serangan amfibi di semenanjung Crimea yang dicaplok Rusia.

Menurut para pakar, Ukraina tidak memiliki kemampuan seperti itu, bahkan dengan kapalnya sekalipun.

Paul van Hooft, analis HCSS lainnya, mengatakan kepada Newsweek bahwa banyak informasi kontras telah beredar tentang Yuri Olefirenko, di mana Rusia sebelumnya mengeklaim telah merebut dan menghancurkan kapal tersebut.

Menurutnya, Rusia dapat menyerang kapal secara langsung, tanpa menenggelamkannya. Dia menambahkan bahwa beberapa informasi sumber terbuka juga menunjukkan bahwa kapal yang dirujuk Moskow tidak sesuai dengan deskripsi fisik Yuri Olefirenko.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved