Kejamnya Israel, Tega Siksa 170 Anak Palestina di Dalam Tahanan
Jum'at, 02 Juni 2023 - 06:04 WIB
loading...
Kejamnya Israel, Tega Siksa 170 Anak Palestina di Dalam Tahanan. FOTO/Reuters
A
A
A
RAMALLAH - Kekejaman Israel tak hanya dirasakan oleh orang dewasa di Palestina , tapi anak-anak pun banyak yang mengalaminya. Wakil Menteri Pembangunan Sosial Palestina, Assem Khamis, mengatakan 170 anak Palestina yang saat ini dipenjara oleh Israel telah mengalami berbagai bentuk pelecehan dan penyiksaan.
Berbicara di depan konferensi regional tentang pencegahan pelanggaran berat terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata yang diadakan di ibu kota Qatar, Doha, Khamis mengatakan, sejak 2005 hingga 2022, Israel telah menahan 7.500 anak Palestina.
Baca juga: Menteri Zionis: Yahudi Israel Tak Siap Hidup dengan Orang Arab
Ia menambahkan bahwa Negara Palestina sangat ingin melindungi semua anak. anak-anak dari segala aktivitas yang mengarah pada keterlibatan mereka dalam konflik bersenjata, terutama anak-anak yang sebelumnya ditangkap oleh pendudukan Israel.
"Pendudukan Israel berusaha, dalam upaya permanen dan terus menerus, untuk menghalangi kehidupan anak-anak Palestina, dan menargetkan mereka dengan penangkapan, pelecehan, dan mengekspos mereka pada kekerasan dan ancaman," katanya, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (1/6/2023).
Berbicara di depan konferensi regional tentang pencegahan pelanggaran berat terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata yang diadakan di ibu kota Qatar, Doha, Khamis mengatakan, sejak 2005 hingga 2022, Israel telah menahan 7.500 anak Palestina.
Baca juga: Menteri Zionis: Yahudi Israel Tak Siap Hidup dengan Orang Arab
Ia menambahkan bahwa Negara Palestina sangat ingin melindungi semua anak. anak-anak dari segala aktivitas yang mengarah pada keterlibatan mereka dalam konflik bersenjata, terutama anak-anak yang sebelumnya ditangkap oleh pendudukan Israel.
"Pendudukan Israel berusaha, dalam upaya permanen dan terus menerus, untuk menghalangi kehidupan anak-anak Palestina, dan menargetkan mereka dengan penangkapan, pelecehan, dan mengekspos mereka pada kekerasan dan ancaman," katanya, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (1/6/2023).
Lihat Juga :