Rudal Rusia Serang Ibu Kota Ukraina 3 Hari Berturut-turut, Telan Korban Jiwa
Selasa, 30 Mei 2023 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pidato malamnya pada hari Senin, Zelensky mengatakan bahwa sementara beberapa serangan udara Rusia, yang dia sebut “jahat”, berhasil melewati pertahanan Ukraina, sebagian besar drone dan misil telah ditembak jatuh.
“Dunia harus melihat bahwa teror telah hilang,” kata pemimpin Ukraina tersebut, menyerukan lebih banyak bantuan untuk lebih meningkatkan pertahanan negara.
“Tidak ada penghinaan yang lebih besar bagi negara teroris daripada keberhasilan prajurit kami,” imbuh dia pada hari ketika 11 rudal balistik dan jelajah ditembakkan oleh Rusia ke Kyiv ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina.
Institute for the Study of War, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Washington, DC, mengatakan selama serangan siang hari pada hari Senin, Rusia telah meluncurkan 11 rudal balistik Iskander, 38 drone Shahed, dan 40 rudal jelajah.
Kampanye serangan udara menandakan bahwa Rusia sedang berusaha untuk melemahkan kemampuan Ukraina untuk meluncurkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayahnya.
"Tetapi prioritas penargetan Kyiv kemungkinan akan semakin membatasi kemampuan kampanye untuk secara berarti membatasi tindakan kontra-ofensif Ukraina yang potensial,” kata lembaga tersebut.
“Dunia harus melihat bahwa teror telah hilang,” kata pemimpin Ukraina tersebut, menyerukan lebih banyak bantuan untuk lebih meningkatkan pertahanan negara.
“Tidak ada penghinaan yang lebih besar bagi negara teroris daripada keberhasilan prajurit kami,” imbuh dia pada hari ketika 11 rudal balistik dan jelajah ditembakkan oleh Rusia ke Kyiv ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina.
Institute for the Study of War, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Washington, DC, mengatakan selama serangan siang hari pada hari Senin, Rusia telah meluncurkan 11 rudal balistik Iskander, 38 drone Shahed, dan 40 rudal jelajah.
Kampanye serangan udara menandakan bahwa Rusia sedang berusaha untuk melemahkan kemampuan Ukraina untuk meluncurkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayahnya.
"Tetapi prioritas penargetan Kyiv kemungkinan akan semakin membatasi kemampuan kampanye untuk secara berarti membatasi tindakan kontra-ofensif Ukraina yang potensial,” kata lembaga tersebut.
(mas)
Lihat Juga :