China Berencana Kirim Astronot ke Bulan Sebelum 2030
Selasa, 30 Mei 2023 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Astronot ISS Melihat Langsung Keajaiban Kakbah dari Luar Angkasa, Bercahaya Terang
China menyelesaikan stasiun luar angkasa Tiangong pada bulan November dengan modul ketiga dari tiga modul, berpusat pada modul hidup dan komando Tianhe. Misi luar angkasa berawak pertama China pada tahun 2003 menjadikannya negara ketiga setelah bekas Uni Soviet dan AS yang menempatkan seseorang ke luar angkasa.
China membangun stasiunnya sendiri setelah dikeluarkan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, sebagian besar karena keberatan Amerika Serikat (AS) atas hubungan intim program luar angkasa China dengan PLA.
Luar angkasa semakin dilihat sebagai area persaingan baru antara China dan Amerika Serikat—dua ekonomi terbesar di dunia dan saingan untuk pengaruh diplomatik dan militer. Para astronot yang dikirim NASA ke bulan pada akhir tahun 2025 akan mengarah ke kutub selatan di mana kawah yang dibayangi secara permanen diyakini berisi air beku.
Rencana pangkalan berawak permanen di bulan juga sedang dipertimbangkan oleh kedua negara, menimbulkan pertanyaan tentang hak dan kepentingan di permukaan bulan. Undang-undang AS secara ketat membatasi kerja sama antara program luar angkasa kedua negara dan sementara China mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama asing, sejauh ini kerja sama itu terbatas pada penelitian ilmiah.
China menyelesaikan stasiun luar angkasa Tiangong pada bulan November dengan modul ketiga dari tiga modul, berpusat pada modul hidup dan komando Tianhe. Misi luar angkasa berawak pertama China pada tahun 2003 menjadikannya negara ketiga setelah bekas Uni Soviet dan AS yang menempatkan seseorang ke luar angkasa.
China membangun stasiunnya sendiri setelah dikeluarkan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, sebagian besar karena keberatan Amerika Serikat (AS) atas hubungan intim program luar angkasa China dengan PLA.
Luar angkasa semakin dilihat sebagai area persaingan baru antara China dan Amerika Serikat—dua ekonomi terbesar di dunia dan saingan untuk pengaruh diplomatik dan militer. Para astronot yang dikirim NASA ke bulan pada akhir tahun 2025 akan mengarah ke kutub selatan di mana kawah yang dibayangi secara permanen diyakini berisi air beku.
Rencana pangkalan berawak permanen di bulan juga sedang dipertimbangkan oleh kedua negara, menimbulkan pertanyaan tentang hak dan kepentingan di permukaan bulan. Undang-undang AS secara ketat membatasi kerja sama antara program luar angkasa kedua negara dan sementara China mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama asing, sejauh ini kerja sama itu terbatas pada penelitian ilmiah.
(esn)
Lihat Juga :