Jerman Pesan 18 Tank Leopard Baru untuk Gantikan Unit yang Dikirim ke Ukraina

Sabtu, 27 Mei 2023 - 05:30 WIB
loading...
Jerman Pesan 18 Tank...
Jerman Pesan 18 Tank Leopard Baru untuk Gantikan Unit yang Dikirim ke Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
BERLIN - Militer Jerman telah memesan 18 tank Leopard 2 baru untuk menggantikan kendaraan yang dikirim ke Ukraina awal tahun ini. Hal itu diungkapkan sebuah perusahaan pertahanan terkemuka, Jumat (26/5/2023).

Seperti dilaporkan AP, Kraus-Maffei Wegmann mengatakan, kontrak untuk tank Leopard 2A8 telah ditandatangani dengan kantor federal untuk peralatan militer. Meski tidak memberikan rincian keuangan, tetapi komite anggaran parlemen Jerman pada Rabu (24/5/2023) menyetujui pendanaan sekitar €525 juta (USD563 juta).

Baca juga: Tentara Ukraina Tak Sengaja Rusak Tank Leopard 2 Saat Latihan

Perusahaan itu juga mengatakan, pengiriman tank baru dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025, dan kesepakatan tersebut mencakup opsi untuk 105 tank Leopard 2A8 lainnya.

Kraus-Maffei Wegmann juga akan memproduksi 12 howitzer self-propelled baru untuk militer Jerman sebagai bagian dari opsi yang disepakati pada bulan Maret, kata perusahaan itu.

Menteri Pertahanan Jerman telah mendorong agar tank baru diperoleh secepat mungkin, setelah pemerintah setuju pada akhir Januari untuk menyediakan 14 tank tempur Leopard 2A6 ke Ukraina.

Baca juga: Jerman Tolak Berikan Tank Tambahan untuk Ukraina

Jumlah itu meningkat beberapa minggu kemudian menjadi 18. Peningkatan ini terjadi saat Berlin dan sekutu Barat lainnya bergegas untuk merakit dua batalyon tank Leopard 2 untuk Kiev.

Jerman, Denmark, dan Belanda juga telah setuju untuk menyediakan Ukraina dengan tank Leopard 1 yang diperbarui, model lama yang tidak digunakan militer Jerman selama dua dekade.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved