Vaksin Covid-19 Asal Korsel Siap Diuji Klinis di RI pada September
Kamis, 23 Juli 2020 - 17:34 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, Kalbe Farma menjalin perusahaan dengan Genexine dari Korsel untuk jenis vaksin DNA. Foto/Kemlu RI
A
A
A
JAKARTA - Indonesia telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangan vaksin Covid-19. Selain dengan perusahaan China, Indonesia juga telah melakukan kerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) dan Swiss.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, Kalbe Farma menjalin perusahaan dengan Genexine dari Korsel untuk jenis vaksin DNA. Sementara itu, Bio Farma dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dar Swiss.
( Baca juga: Vaksin Corona Jadi Penentu Pelaksanaan Olimpiade Tokyo )
Kerjasama dengan berbagai pihak ini, jelasnya, dilakukan secara paralel, untuk mendapatkan akses tercepat kepada vaksin.
"Genexine telah melakukan uji klinis tahap satu di Korsel hingga Agustus 2020, sedangkan uji klinis tahap kedua direncanakan akan dimulai di Indonesia pada bulan September atau Oktober 2020," ucap Retno saat menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (23/7/2020).
Sementara itu, Retno mengatakan, sejak April 2020, KBRI Oslo telah melakukan komunikasi intensif dan memfasilitasi penyampaian proposal kerja sama Bio Farma kepada CEPI untuk menjajaki peluang kerja sama sebagai mitra.
(B aca juga: Dahlan Iskan 'Setuju' Indonesia Jadi Eksperimen Vaksin Covid-19 China )
Saat ini, jelasnya, Bio Farma telah masuk dalam daftar potensial untuk pabrikan vaksin CEPI. CEPI, ujar Retno, adalah salah satu platform kemitraan swasta publik terdepan dalam pengembangan vaksin.
"Setidaknya terdapat enam kandidat vaksin CEPI telah masuk dalam tahap uji klinis, diantaranya Inovio, Moderna, Astrazeneca, CureVac dan Clover Farmaceutica," tukasnya.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, Kalbe Farma menjalin perusahaan dengan Genexine dari Korsel untuk jenis vaksin DNA. Sementara itu, Bio Farma dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dar Swiss.
( Baca juga: Vaksin Corona Jadi Penentu Pelaksanaan Olimpiade Tokyo )
Kerjasama dengan berbagai pihak ini, jelasnya, dilakukan secara paralel, untuk mendapatkan akses tercepat kepada vaksin.
"Genexine telah melakukan uji klinis tahap satu di Korsel hingga Agustus 2020, sedangkan uji klinis tahap kedua direncanakan akan dimulai di Indonesia pada bulan September atau Oktober 2020," ucap Retno saat menggelar konferensi pers virtual pada Kamis (23/7/2020).
Sementara itu, Retno mengatakan, sejak April 2020, KBRI Oslo telah melakukan komunikasi intensif dan memfasilitasi penyampaian proposal kerja sama Bio Farma kepada CEPI untuk menjajaki peluang kerja sama sebagai mitra.
(B aca juga: Dahlan Iskan 'Setuju' Indonesia Jadi Eksperimen Vaksin Covid-19 China )
Saat ini, jelasnya, Bio Farma telah masuk dalam daftar potensial untuk pabrikan vaksin CEPI. CEPI, ujar Retno, adalah salah satu platform kemitraan swasta publik terdepan dalam pengembangan vaksin.
"Setidaknya terdapat enam kandidat vaksin CEPI telah masuk dalam tahap uji klinis, diantaranya Inovio, Moderna, Astrazeneca, CureVac dan Clover Farmaceutica," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :