6 Fakta Oath Keepers, Milisi Sipil Paling Ditakuti di AS
Jum'at, 26 Mei 2023 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
Bisa jadi, jika Oath Keepers hancur, anggotanya kemungkinan besar akan menemukan rumah baru dengan beberapa milisi gadungan lainnya.
4. Selalu Membawa Senjata
Oath Keepers menjadi sorotan publik AS pada 2014 ketika anggotanya yang membawa senjata ikut serta dalam perselisihan dengan otoritas federal di Peternakan Bundy di Nevada.
Para anggota Oath Keepers bersenjata berat juga muncul di Ferguson, Montana, selama kerusuhan setelah penembakan Michael Brown, seorang kulit hitam berusia 18 tahun, oleh seorang petugas polisi kulit putih. Mereka mengatakan mereka ada di sana untuk melindungi bisnis lokal dan menjaga perdamaian.
5. Anggota Setia Partai Republik
![6 Fakta Oath Keepers, Milisi Sipil Paling Ditakuti di AS]()
Foto/Reuters
Anggota Oath Keepers dikenal menjadi anggota setia Partai Republik. Oath Keepers memandang Donald Trump sebagai sekutu dalam pertarungan melawan elit korup.
6. Mengusung Teori Konspirasi
Oath Keepers menggunakan teori konspirasi yang lazim di sayap kanan. Mereka memperingatkan tentang komplotan rahasia negara bagian yang merebut kendali pemerintah. "Pada akhir 2020, Stewart Rhodes pada dasarnya mengadvokasi teori konspirasi QAnon," kata Jackson.
Setelah pemilu 2020, Rhodes mendorong klaim palsu Trump bahwa surat suara itu dicurangi. Beberapa hari setelah pemungutan suara, Rhodes berpidato di rapat umum kecil "Hentikan Pencurian" di Virginia, di mana dia mendesak orang untuk tidak menerima hasilnya.
4. Selalu Membawa Senjata
Oath Keepers menjadi sorotan publik AS pada 2014 ketika anggotanya yang membawa senjata ikut serta dalam perselisihan dengan otoritas federal di Peternakan Bundy di Nevada.
Para anggota Oath Keepers bersenjata berat juga muncul di Ferguson, Montana, selama kerusuhan setelah penembakan Michael Brown, seorang kulit hitam berusia 18 tahun, oleh seorang petugas polisi kulit putih. Mereka mengatakan mereka ada di sana untuk melindungi bisnis lokal dan menjaga perdamaian.
5. Anggota Setia Partai Republik

Foto/Reuters
Anggota Oath Keepers dikenal menjadi anggota setia Partai Republik. Oath Keepers memandang Donald Trump sebagai sekutu dalam pertarungan melawan elit korup.
6. Mengusung Teori Konspirasi
Oath Keepers menggunakan teori konspirasi yang lazim di sayap kanan. Mereka memperingatkan tentang komplotan rahasia negara bagian yang merebut kendali pemerintah. "Pada akhir 2020, Stewart Rhodes pada dasarnya mengadvokasi teori konspirasi QAnon," kata Jackson.
Setelah pemilu 2020, Rhodes mendorong klaim palsu Trump bahwa surat suara itu dicurangi. Beberapa hari setelah pemungutan suara, Rhodes berpidato di rapat umum kecil "Hentikan Pencurian" di Virginia, di mana dia mendesak orang untuk tidak menerima hasilnya.
(ahm)
Lihat Juga :