6 Fakta Oath Keepers, Milisi Sipil Paling Ditakuti di AS

Jum'at, 26 Mei 2023 - 10:13 WIB
loading...
A A A
2. Milisi Berhaluan Sayap Kanan

Oath Keepers sebagai salah satu kelompok ekstrimis anti-pemerintah terbesar dalam gerakan milisi patriot sayap kanan.

"Secara garis besar, kelompok Oath Keepers memulai sebagai respons terhadap persepsi tirani federal atau pola pelanggaran hak-hak dasar orang Amerika ," kata Sam Jackson, seorang profesor di Universitas di Albany dan penulis buku tentang Oath Keepers.

Sejak awal, Oath Keepers telah mencoba merekrut militer dan penegak hukum ke dalam jajarannya. Nama Oath Keepers merupakan seruan kembali kepada sumpah orang-orang yang bersumpah untuk membela Konstitusi dari semua musuh, baik asing dan domestik.

Grup ini dinamai berdasarkan sumpah dinas yang diambil oleh polisi, militer, dan pejabat lainnya. Mereka yang mengambil sumpah militer, misalnya, berjanji untuk "mendukung dan membela Konstitusi Amerika Serikat dari semua musuh, asing dan dalam negeri".

Oath Keepers mengklaim memiliki puluhan ribu anggota. Meskipun banyak penelitian memperkirakan jumlahnya mungkin tidak lebih dari 5.000 orang.

3. Bukan Organisasi yang Kaku

Oath Keepers bukan organisasi yang kaku dan kohesif. Sebaliknya, kata para peneliti, sistem organisasinya sangat longgar. Departemen Kehakiman menggambarkannya sebagai "kumpulan individu yang besar tapi terorganisir secara longgar."

Rhodes memimpin organisasi nasional dan mempelopori upaya untuk membangun grup dan mereknya. "Rhodes bertanggung jawab untuk hal-hal seperti mengawasi daftar keanggotaan, mengumpulkan iuran, dan mengelola kehadiran online organisasi," kata Jackson.

Oath Keepers tersebut memiliki cabang yang tersebar di AS yang beroperasi dengan sangat mandiri.

Dikarenakan bukan organisasi yang kaku, keanggotaan milisi longgar dan fleksibel. Para anggota bisa dapat berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain tanpa mengubah ideologi mereka. Kesetiaan pada ideologi lebih penting daripada kesetiaan pada organisasi tertentu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved