Marine Le Pen: Hasil Referendum Crimea Sah

Kamis, 25 Mei 2023 - 17:09 WIB
loading...
A A A
Crimea mengorganisir referendum pada Maret 2014, tak lama setelah kudeta yang didukung Amerika Serikat (AS) menempatkan pemerintah nasionalis Ukraina di Kiev.

Hasilnya menunjukkan dukungan yang luar biasa untuk bergabung kembali dengan Rusia, yang diterima Moskow. Sementara itu, pemerintah Kiev dengan kekerasan menghancurkan perbedaan pendapat di wilayah Odessa dan Kharkov, serta mengirim pasukan ke Donetsk dan Lugansk.

Pemimpin Reli Nasional itu muncul di hadapan komisi parlemen yang menyelidiki "pengaruh Rusia" di Prancis, untuk mengatasi tuduhan bahwa partainya mengambil dua pinjaman dari bank Rusia.

Le Pen menjelaskan bahwa dia beralih ke bank Rusia karena tidak ada bank Prancis atau Uni Eropa (UE) yang ingin bekerja sama dengan partainya, dan pengaturan bisnis murni tidak menjadikannya sebagai agen Moskow.

Baca Juga: Jelang Serangan Balik Ukraina, Jurnalis Ekspos Fasilitas Militer Rusia di Crimea

Presiden Emmanuel Macron menjadikan pengajuan pinjaman untuk menyerang Le Pen selama kampanye pemilihan presiden Prancis tahun 2022 lalu. Le Pen dalam putaran kedua dengan selisih 17 poin, tetapi jajak pendapat bulan lalu menunjukkan dia unggul 10 poin dari Macron dalam hipoteses pertandingan ulang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved