3 Cara untuk Mengalahkan Dominasi Amerika Serikat
Kamis, 25 Mei 2023 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Ray Dalio, Pendiri Bridgewater Associates, lembaga pengelola aset, memperingatkan bahwa China bisa mengalahkan AS dalam perang dagang mereka. “China memenangkan perang dagang jika Anda hanya mengambil angka – persentase perdagangan dunia dan dominasinya,” kata Dalio, dilansir New York Post.
Kemudian, Pinelopi Koujianou Goldberg, pakar ekonomi di Universitas Yale, perang dagang akan menyebabkan gangguan pada rantai nilai global yang kompleks akan meningkatkan harga bagi konsumen dan menghambat kemajuan teknologi. Kerja sama dalam isu-isu penting seperti perubahan iklim akan terganggu. Dan pekerja di AS masih belum akan melihat kembalinya industri manufaktur yang telah lama hilang.
"Paling-paling, perang ekonomi akan memberi AS berupa kemenangan Pyrrhic (berdarah-darah). Paling buruk, itu bisa memulai perang dingin baru dan membawa kita selangkah lebih dekat ke konfrontasi militer," kata Goldberg.
3. Menghancurkan dari Dalam Negeri AS
![3 Cara untuk Mengalahkan Dominasi Amerika Serikat]()
Foto/Reuters
Dalio mengatakan tantangan utama yang dihadapi AS berasal dari dalam, termasuk “kemerosotan infrastruktur, pendidikan, konflik
politik, kepemimpinan.”
Dia mengatakan krisis opioid dan ketimpangan pendapatan sebagai tanda lebih lanjut dari kerusakan di dalam negeri. “Ancaman utama AS berasal dari dalam negeri,” kata Dalio. Itu bisa menjadi bom waktu yang bisa menyebabkan kerusuhan sosial di AS.
Hal senada diungkapkan Richard Haass, Presiden Council on Foreign Relations, ancaman terbesar bagi keamanan dan kemakmuran Amerika tidak datang dari luar negeri, tetapi dari dalam. "AS telah membahayakan kemampuannya untuk bertindak secara efektif di dunia karena pengeluaran domestik yang tidak terkendali, kurangnya investasi dalam modal manusia dan fisik, krisis keuangan yang dapat dihindari," katanya dilansir Australia Financial Review.
Kemudian, pemulihan ekonomi yang lambat yang tidak perlu, perang di Irak yang cacat sejak awal dan perang di Afghanistan yang menjadi cacat karena tujuannya berkembang, defisit fiskal berulang, dan perpecahan politik yang mendalam Haass mengatakan, tidak ada yang tak terhindarkan tentang pengaruh AS selama satu abad terakhir. "Keuntungan yang dinikmati AS tidak permanen," terangnya.
Kemudian, Pinelopi Koujianou Goldberg, pakar ekonomi di Universitas Yale, perang dagang akan menyebabkan gangguan pada rantai nilai global yang kompleks akan meningkatkan harga bagi konsumen dan menghambat kemajuan teknologi. Kerja sama dalam isu-isu penting seperti perubahan iklim akan terganggu. Dan pekerja di AS masih belum akan melihat kembalinya industri manufaktur yang telah lama hilang.
"Paling-paling, perang ekonomi akan memberi AS berupa kemenangan Pyrrhic (berdarah-darah). Paling buruk, itu bisa memulai perang dingin baru dan membawa kita selangkah lebih dekat ke konfrontasi militer," kata Goldberg.
3. Menghancurkan dari Dalam Negeri AS

Foto/Reuters
Dalio mengatakan tantangan utama yang dihadapi AS berasal dari dalam, termasuk “kemerosotan infrastruktur, pendidikan, konflik
politik, kepemimpinan.”
Dia mengatakan krisis opioid dan ketimpangan pendapatan sebagai tanda lebih lanjut dari kerusakan di dalam negeri. “Ancaman utama AS berasal dari dalam negeri,” kata Dalio. Itu bisa menjadi bom waktu yang bisa menyebabkan kerusuhan sosial di AS.
Hal senada diungkapkan Richard Haass, Presiden Council on Foreign Relations, ancaman terbesar bagi keamanan dan kemakmuran Amerika tidak datang dari luar negeri, tetapi dari dalam. "AS telah membahayakan kemampuannya untuk bertindak secara efektif di dunia karena pengeluaran domestik yang tidak terkendali, kurangnya investasi dalam modal manusia dan fisik, krisis keuangan yang dapat dihindari," katanya dilansir Australia Financial Review.
Kemudian, pemulihan ekonomi yang lambat yang tidak perlu, perang di Irak yang cacat sejak awal dan perang di Afghanistan yang menjadi cacat karena tujuannya berkembang, defisit fiskal berulang, dan perpecahan politik yang mendalam Haass mengatakan, tidak ada yang tak terhindarkan tentang pengaruh AS selama satu abad terakhir. "Keuntungan yang dinikmati AS tidak permanen," terangnya.
(ahm)
Lihat Juga :