Cucu Pendiri Ikhwanul Muslimin Dibebaskan dalam Persidangan Kasus Pemerkosaan Swiss

Kamis, 25 Mei 2023 - 05:30 WIB
loading...
A A A
Ramadan meninggalkan pengadilan dikelilingi kerabatnya, tersenyum tapi tanpa berkomentar.

“Itu adalah vonis yang diilhami oleh alasan,” papar pengacaranya dari Swiss, Yael Hayat.

Pengacara Prancisnya Philippe Ohayon mengatakan kepada AFP, "Terlalu banyak hal yang tidak masuk akal dan kontradiksi menyebabkan pembebasan yang sangat logis secara fakta dan hukum."

Jaksa telah menuntut hukuman tiga tahun untuk Ramadan, setengah dari yang akan dijalani di balik jeruji besi.

Kedua belah pihak sepakat Ramadan dan Brigitte yang seorang mualaf, bermalam bersama di kamar hotel.

Surat dakwaan tersebut menuduh Ramadan melakukan pemaksaan seksual dan melakukan pemerkosaan tiga kali pada malam hari.

Pengacara yang mewakili Brigitte mengatakan dia berulang kali diperkosa dan mengalami “penyiksaan dan barbarisme.”

Ramadan mengatakan Brigitte datang sendiri ke kamarnya. Ramadan membiarkan Brigitte menciumnya, sebelum dengan cepat mengakhiri pertemuan itu. Ramadan mengatakan dia adalah korban dari "jebakan."

Brigitte berusia empat puluhan pada saat dugaan penyerangan itu. Dia mengajukan pengaduan 10 tahun kemudian, mengatakan kepada pengadilan bahwa dia merasa berani untuk maju setelah pengaduan serupa diajukan terhadap Ramadan di Prancis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Berakhir
Rekomendasi
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Diduga Jadi Target Berikutnya,...
Diduga Jadi Target Berikutnya, Mas Den Akui Hidup dalam Ketakutan setelah Kehilangan Keluarga!
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved