7 Negara yang Dulunya Kaya Sekarang Miskin, Nomor 2 Tetangga Indonesia

Senin, 22 Mei 2023 - 15:15 WIB
loading...
A A A
Gangguan keamanan, penurunan produksi minyak, dan ketidakstabilan politik telah menyebabkan penurunan PDB dan kemiskinan yang meningkat di Libya.

Data PDB per kapita Libya pada tahun 1990 sekitar USD9.716, tetapi pada tahun 2019, angkanya turun menjadi sekitar USD5.300.

Libya adalah contoh lain negara yang dulunya kaya namun mengalami penurunan ekonomi yang signifikan dan perubahan ke kondisi yang lebih miskin.

Sumber data PDB yang disebutkan di atas berasal dari World Bank, lembaga internasional yang menyediakan data ekonomi global.
World Bank mengumpulkan dan menganalisis data ekonomi dari berbagai negara di seluruh dunia.

Data PDB yang disajikan mencerminkan perubahan ekonomi dan perbandingan PDB per kapita dari tahun ke tahun.

PDB per kapita merupakan ukuran standar yang digunakan untuk membandingkan tingkat kemakmuran atau kekayaan relatif antara negara-negara di dunia.

PDB per kapita dihitung dengan membagi PDB suatu negara dengan jumlah penduduknya. Data ini memberikan gambaran tentang tingkat produksi dan pendapatan per individu dalam suatu negara.

PDB per kapita digunakan sebagai indikator umum untuk melacak perubahan ekonomi suatu negara dari waktu ke waktu.

Data ini penting dalam memahami perkembangan ekonomi dan kemungkinan pergeseran dari status kemakmuran ke kemiskinan dalam suatu negara.

Namun, penting untuk dicatat bahwa data PDB per kapita hanya memberikan gambaran umum tentang tingkat kemakmuran suatu negara dan tidak mencerminkan distribusi pendapatan yang adil di dalamnya.

Faktor-faktor sosial, politik, dan lingkungan juga dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi suatu negara.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Alex Saab, Eks Menteri...
Alex Saab, Eks Menteri Venezuela Sekutu Maduro, Diusir ke AS untuk Kedua Kalinya
Venezuela Tolak Tawaran...
Venezuela Tolak Tawaran Trump untuk Jadi Negara Bagian ke-51 AS
AS Rebut 13,5 Kg Uranium...
AS Rebut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Akan Digunakan Membuat Bom Nuklir?
Pasukan Khusus AS Ditangkap...
Pasukan Khusus AS Ditangkap karena Bertaruh dan Menang Rp7 Miliar dalam Penculikan Maduro
Maduro Diadili di Pengadilan...
Maduro Diadili di Pengadilan AS untuk Kedua Kalinya sejak Diculik Pasukan Khusus Amerika
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Berita Terkini
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved