Olok-olok Rusia, Ukraina Sebut Klaim Depleted Uranium Meledak Hanya Bualan

Senin, 22 Mei 2023 - 12:12 WIB
loading...
Olok-olok Rusia, Ukraina...
Gumpalan api raksasa di Khmelnytskyi, Ukraina barat, diklaim pejabat Rusia sebagai dampak ledakan gudang amunisi depleted uranium pasokan Inggris. Foto/Sputnik
A A A
KIEV - Ukraina mengolok-olok Rusia setelah pejabat tinggi Moskow mengeklaim gudang berisi amunisi depleted uranium pasokan Inggris di Ukraina meledak. Klaim itu dianggap bualan yang tidak terbukti.

Klaim Moskow itu keluar dari Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev pada Jumat pekan lalu. Dia memperingatkan bahwa awan radioaktif sedang menuju ke Eropa Barat setelah penghancuran gudang Ukraina yang menyimpan amunisi depleted uranium (DU).

Saluran Telegram Kejaksaan Ukraina mengolok-olok Patrushev, menyebutnya sebagai "kandidat untuk peraih medali di bidang fisika nuklir".

"Mungkin Patrushev lupa memakai kacamatanya, dan tidak melihat bahwa uraniumnya habis, dan oleh karena itu awan radioaktif tidak dapat keluar darinya," ledek Kejaksaan Ukraina, seperti dikutip dari Daily Star, Senin (22/5/2023).

Baca Juga: Depleted Uranium Meledak di Ukraina, Eropa di Ambang Bencana Lingkungan

Patrushev, salah satu pembantu terdekat Presiden Vladimir Putin, sebelumnya mengeklaim gudang amunisi berisi DU di Ukraina meledak setelah diserang pasukan Rusia.

Klaim itu kemudian disebarkan media pemerintah Rusia.

Patrushev mengatakan gudang amunisi DU yang meledak itu berada di Khmelnytskyi, Ukraina barat, kira-kira 150 mil dari kota Lviv dekat perbatasan Polandia.

Dia mengeklaim api membumbung tinggi ke langit akibat penembakan dan awan jamur yang berapi-api muncul dari fasilitas yang rusak setelah serangan itu.

"Kehancuran mereka menyebabkan awan radioaktif sekarang bergerak menuju Eropa Barat," kata Patrushev. “Dan Polandia telah mencatat peningkatan radiasi.”

Namun klaim Patrushev dengan cepat dibungkam oleh para ahli yang menyebutnya sebagai propaganda.

Publikasi Ukraina, Ukrinform, menanggapi klaim yang melaporkan bahwa para ahli dari Universitas Nasional Khmelnytskyi telah membongkar pemalsuan Rusia tentang peningkatan level radiasi di kota Khmelnytskyi setelah serangan oleh pasukan Rusia pada malam 13 Mei.

“Sebelumnya, propaganda Rusia mulai menyebarkan informasi di media sosial dan saluran berita tentang peningkatan latar belakang radiasi di Khmelnytskyi, yang diduga disebabkan oleh ledakan yang merusak amunisi uranium low-enriched atau komponen bom yang dikirim ke Ukraina,” tulis para pakar universitas tersebut. "Tidak ada alasan untuk khawatir."

Di Lublin, Polandia, Universitas Maria Curie-Skłodowska mengatakan peningkatan radioaktivitas di negara itu adalah fenomena alam yang terkait dengan curah hujan.

Wartawan independen Rusia Ilya Shepelin menulis: "Pada puncaknya, pada hari Senin, itu ...lima juta kali lebih rendah dari dosis yang mengancam jiwa."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved