5 Fakta Fentanyl yang Menjadi Narkotika Paling Mematikan di AS

Senin, 22 Mei 2023 - 09:44 WIB
loading...
A A A
Namun, sebagian besar kasus overdosis terkait fentanyl terkait dengan fentanyl yang diproduksi secara ilegal, yang didistribusikan melalui pasar obat ilegal karena efeknya yang mirip heroin. Itu sering ditambahkan ke obat lain karena potensinya yang ekstrim, yang membuat obat lebih murah, lebih kuat, lebih adiktif, dan lebih berbahaya.

2. Diproduksi secara Ilegal


Fentanyl yang ditemukan di AS biasanya diproduksi secara ilegal. Itu tersedia dalam bentuk cairan dan bubuk.
Parahnya, Fentanyl biasanya dicampur dengan narkotika jenis lainya seperti heroin, kokain dan dan metamfetamin. Banyak orang tidak menyadari bahwa obat mereka dicampur dengan fentanil.

Dalam bentuk cairan, fentanil dalam bentuk semprotan hidung, tetes mata, dan diteteskan pada kertas atau permen kecil.

Baca Juga: Ganja Hampir 10 Kg Disita, 6 Pelaku Ngaku Hendak Edarkan ke Turis Asing di Bali

3. 150 Orang Meninggal Setiap Hari karena Overdosis

Fentanyl menjadi narkotika yang menyebabkan kematian akibat overdosis. Jika mengkonsumsi dosis kecil, orang yang makan itu bisa mematikan. Lebih dari 150 orang meninggal setiap hari akibat overdosis terkait opioid sintetik seperti fentanyl.

Melansir Rueters, tingkat oversosis fentanyl mencapai peningkatan sebanyak tiga kali lipat di AS sejak 2016-2021. Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan tingkat kematian akibat Fentanyl meningkat 5,7 per 100.000 orang pada 2016 dan pada 2021 mencapai 21,6 per 100.000 orang.

"Kematian akibat Fentanyl itu mencapai 55% pada 2019-2020, dan 24,1% pada 2020-2021," kata Marianne Rose Spencer, peneliti dari CDC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved