Pertikaian Politik Pecah AS, Hubungan Republik dan Demokrat Melebar
Kamis, 23 Juli 2020 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Pendirian Trump untuk mempertahankan polisi lokal dari gempuran Demokrat juga tidak bergeming. Para ahli menilai langkah-langkah itu diambil Trump untuk menunjukkan bahwa AS sedang tidak stabil dan hanya pemimpin kuat yang mampu menyelesaikannya.
Trump mengkritisi sikap pemerintah daerah yang dijalankan anggota Demokrat liberal sangat lemah dan tidak berani mengambil tindakan terhadap pengunjuk rasa. Sebaliknya, dia memuji pemerintah yang memulihkan ketertiban umum, sekalipun dengan jalan kekerasan, seperti yang dilakukan di Oregon.
Namun, para pejabat daerah berargumen penerjunan agen federal justru membuat situasi menjadi lebih buruk. Mereka bahkan meminta Trump mencabut pasukan tersebut dari Portland karena hanya meningkatkan ketegangan sosial dan politik. (Lihat videonya: Viral di Media Sosial, Bocah di Bali Terjepit Kepalanya di Tiang Listrik)
Bagaimanapun Trump tidak mengindahkan tuntutan itu. “Kami mengirimkan pihak berwenang. Kami tidak ingin kekerasan terus berlanjut, terutama di kawasan yang dipimpin Demokrat liberal, seperti di New York, Chicago, Philadelphia, Detroit, Baltimore, dan Oakland,” ujarnya.
Trump justru memuji upaya agen federal dalam meredam unjuk rasa di Portland. Unjuk rasa di Portland telah berlangsung hampir selama 50 hari sejak kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas dibunuh polisi di Minnesota. Trump merespons protes itu dengan mengirimkan agen federal sejak dua pekan lalu.
Trump mengatakan, Gubernur Oregon dan Wali Kota Portland takut terhadap pengunjuk rasa. “Mereka takut terhadap orang anarkis seperti itu. Itulah alasan kenapa mereka tidak mau menerima bantuan dari kami. Agen federal melakukan kerja yang sangat bagus. Orang yang mereka tangkapi adalah perusuh,” kata Trump.
Agen tersebut diterjunkan melalui perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada akhir bulan lalu. Dengan demikian, tak heran jika mereka bisa melaksanakan misi tanpa memerlukan izin dari pemerintah daerah. DHS juga berencana mengirimkan pasukan serupa sebanyak 150 personel ke Chicago pada pekan ini. Trump menuduh pemimpin Chicago gagal mengendalikan tindak kejahatan di Illinois. (Muh Shamil)
Trump mengkritisi sikap pemerintah daerah yang dijalankan anggota Demokrat liberal sangat lemah dan tidak berani mengambil tindakan terhadap pengunjuk rasa. Sebaliknya, dia memuji pemerintah yang memulihkan ketertiban umum, sekalipun dengan jalan kekerasan, seperti yang dilakukan di Oregon.
Namun, para pejabat daerah berargumen penerjunan agen federal justru membuat situasi menjadi lebih buruk. Mereka bahkan meminta Trump mencabut pasukan tersebut dari Portland karena hanya meningkatkan ketegangan sosial dan politik. (Lihat videonya: Viral di Media Sosial, Bocah di Bali Terjepit Kepalanya di Tiang Listrik)
Bagaimanapun Trump tidak mengindahkan tuntutan itu. “Kami mengirimkan pihak berwenang. Kami tidak ingin kekerasan terus berlanjut, terutama di kawasan yang dipimpin Demokrat liberal, seperti di New York, Chicago, Philadelphia, Detroit, Baltimore, dan Oakland,” ujarnya.
Trump justru memuji upaya agen federal dalam meredam unjuk rasa di Portland. Unjuk rasa di Portland telah berlangsung hampir selama 50 hari sejak kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas dibunuh polisi di Minnesota. Trump merespons protes itu dengan mengirimkan agen federal sejak dua pekan lalu.
Trump mengatakan, Gubernur Oregon dan Wali Kota Portland takut terhadap pengunjuk rasa. “Mereka takut terhadap orang anarkis seperti itu. Itulah alasan kenapa mereka tidak mau menerima bantuan dari kami. Agen federal melakukan kerja yang sangat bagus. Orang yang mereka tangkapi adalah perusuh,” kata Trump.
Agen tersebut diterjunkan melalui perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada akhir bulan lalu. Dengan demikian, tak heran jika mereka bisa melaksanakan misi tanpa memerlukan izin dari pemerintah daerah. DHS juga berencana mengirimkan pasukan serupa sebanyak 150 personel ke Chicago pada pekan ini. Trump menuduh pemimpin Chicago gagal mengendalikan tindak kejahatan di Illinois. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :