Covid-19 di Bolivia: Lebih dari 400 Mayat Tergeletak di Jalan dan Rumah
Kamis, 23 Juli 2020 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut kantor epidemiologi nasional, wilayah barat Cochabamba dan La Paz mengalami peningkatan yang sangat cepat dalam kasus infeksi virus corona.
Pada hari Selasa, para pejabat mengatakan Bolivia telah mencatat 60.991 kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi dan 2.218 kematian akibat Covid-19.
Lembaga Investigasi Forensik Bolivia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa antara 1 April dan 19 Juli 2020, lebih dari 3.000 mayat yang ditemukan di luar rumah sakit diduga sebagai korban Covid-19.
Sementara itu, di Cochabamba, orang-orang telah antre untuk membeli zat pemutih seperti klorin dioksida setelah senat menyetujui penggunaannya minggu lalu untuk mengobati virus corona. Padahal, Kementerian Kesehatan sudah memperingatkan bahaya penggunaan zat tersebut.
"Kami telah menyusun resolusi yang mengatakan zat ini tidak disetujui, bahwa (zat) ini tidak cocok untuk konsumsi manusia dan bahwa ini dapat memiliki konsekuensi serius," kata Rene Sahonero, penasihat Kementerian Kesehatan. Dia menambahkan bahwa ada kasus keracunan klorin dioksida yang telah dilaporkan.
Pada hari Selasa, para pejabat mengatakan Bolivia telah mencatat 60.991 kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi dan 2.218 kematian akibat Covid-19.
Lembaga Investigasi Forensik Bolivia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa antara 1 April dan 19 Juli 2020, lebih dari 3.000 mayat yang ditemukan di luar rumah sakit diduga sebagai korban Covid-19.
Sementara itu, di Cochabamba, orang-orang telah antre untuk membeli zat pemutih seperti klorin dioksida setelah senat menyetujui penggunaannya minggu lalu untuk mengobati virus corona. Padahal, Kementerian Kesehatan sudah memperingatkan bahaya penggunaan zat tersebut.
"Kami telah menyusun resolusi yang mengatakan zat ini tidak disetujui, bahwa (zat) ini tidak cocok untuk konsumsi manusia dan bahwa ini dapat memiliki konsekuensi serius," kata Rene Sahonero, penasihat Kementerian Kesehatan. Dia menambahkan bahwa ada kasus keracunan klorin dioksida yang telah dilaporkan.
Lihat Juga :