Keluarga Shireen Abu Akleh Tolak Permintaan Maaf Israel
Jum'at, 19 Mei 2023 - 02:39 WIB
loading...
A
A
A
Lina telah bekerja untuk Al Jazeera sebagai produser berita, tetapi dia berbicara dalam kapasitasnya sebagai advokat untuk keluarga Abu Akleh.
Pada 11 Mei, peringatan pertama kematian penembakan Abu Akleh, seorang juru bicara militer Israel ditanya oleh CNN apakah militer "siap" untuk meminta maaf.
“Saya pikir ini adalah kesempatan bagi saya untuk mengatakan di sini bahwa kami sangat menyesal atas kematian mendiang Shireen Abu Akleh,” ucap juru bicara militer Israel, Daniel Hagari.
Baca Juga: Setahun Menyangkal, Israel Akhirnya Minta Maaf Atas Pembunuhan Shireen Abu Akleh
Abu Akleh, seorang warga negara AS, terbunuh pada 11 Mei 2022, saat meliput serangan Israel di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki. Pada awalnya, para pejabat Israel secara keliru menuduh orang-orang bersenjata Palestina menembak mati reporter senior, yang terkenal di seluruh Dunia Arab, itu.
Beberapa bulan setelah pembunuhan itu, Israel mengakui bahwa salah satu tentaranya kemungkinan besar membunuh Abu Akleh tetapi menganggap insiden itu tidak disengaja. Pemerintah Israel tidak membuka penyelidikan kriminal atas pembunuhan itu.
Banyak media, kelompok hak asasi dan saksi mata telah mendokumentasikan bahwa tidak ada pertempuran di sekitar tempat Abu Akleh ditembak.
Namun, AS - yang memberi Israel bantuan setidaknya USD3,8 miliar setiap tahun - telah menerima versi Israel dari peristiwa tersebut meskipun ada permintaan awal untuk akuntabilitas dan penyelidikan independen.
Pada 11 Mei, peringatan pertama kematian penembakan Abu Akleh, seorang juru bicara militer Israel ditanya oleh CNN apakah militer "siap" untuk meminta maaf.
“Saya pikir ini adalah kesempatan bagi saya untuk mengatakan di sini bahwa kami sangat menyesal atas kematian mendiang Shireen Abu Akleh,” ucap juru bicara militer Israel, Daniel Hagari.
Baca Juga: Setahun Menyangkal, Israel Akhirnya Minta Maaf Atas Pembunuhan Shireen Abu Akleh
Abu Akleh, seorang warga negara AS, terbunuh pada 11 Mei 2022, saat meliput serangan Israel di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki. Pada awalnya, para pejabat Israel secara keliru menuduh orang-orang bersenjata Palestina menembak mati reporter senior, yang terkenal di seluruh Dunia Arab, itu.
Beberapa bulan setelah pembunuhan itu, Israel mengakui bahwa salah satu tentaranya kemungkinan besar membunuh Abu Akleh tetapi menganggap insiden itu tidak disengaja. Pemerintah Israel tidak membuka penyelidikan kriminal atas pembunuhan itu.
Banyak media, kelompok hak asasi dan saksi mata telah mendokumentasikan bahwa tidak ada pertempuran di sekitar tempat Abu Akleh ditembak.
Namun, AS - yang memberi Israel bantuan setidaknya USD3,8 miliar setiap tahun - telah menerima versi Israel dari peristiwa tersebut meskipun ada permintaan awal untuk akuntabilitas dan penyelidikan independen.
Lihat Juga :