Mantan Petugas Psy-Ops: CIA Dukung Monster dan Radikal untuk Tabur Kekacauan Global
Rabu, 17 Mei 2023 - 06:48 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi laporan oleh Global Times China bahwa personel militer AS bahkan telah melatih anggota Batalyon Azov neo-Nazi, Bennett mengatakan baik CIA maupun DoD tidak menerapkan "pemeriksaan etis atau filter moral" terhadap pasukan proksi yang direkrutnya.
“Itu tidak hanya dapat dimengerti dan diharapkan, tetapi memang sepenuhnya bertujuan dan dirancang untuk seperti ini," papar dia.
"CIA sengaja memupuk dan menargetkan orang-orang paling biadab, sosiopat, haus darah, pemerkosa, pembunuh, penyiksa, monster, penjahat, pecandu narkoba, dan pembunuh anak-anak untuk menjadi tentara bayaran dalam berbagai operasi perang tidak teratur AS dan revolusi pemerintah," tuduh Bennett.
Dia menjelaskan, "Hanya orang-orang terburuk dalam masyarakat yang cukup untuk menanggung rasa sakit, penderitaan, trauma, dan kejahatan pada masyarakat lainnya untuk menciptakan kekacauan yang dibutuhkan AS untuk menggulingkan pemerintah dan menjarah sumber daya negara-negara tersebut.”
Itu paling jelas di Ukraina, menurut dia, "Belum pernah terjadi begitu banyak cuci otak sampai pada titik di mana orang-orang Ukraina benar-benar dilobotomi dan dihipnotis oleh kefanatikan ras, agama, dan etnis serta prasangka terhadap orang Rusia."
Dia menyesalkan institusi AS yang mengklaim memperjuangkan demokrasi adalah "dokter Frankenstein yang telah menciptakan keburukan ini".
“Itu tidak hanya dapat dimengerti dan diharapkan, tetapi memang sepenuhnya bertujuan dan dirancang untuk seperti ini," papar dia.
"CIA sengaja memupuk dan menargetkan orang-orang paling biadab, sosiopat, haus darah, pemerkosa, pembunuh, penyiksa, monster, penjahat, pecandu narkoba, dan pembunuh anak-anak untuk menjadi tentara bayaran dalam berbagai operasi perang tidak teratur AS dan revolusi pemerintah," tuduh Bennett.
Dia menjelaskan, "Hanya orang-orang terburuk dalam masyarakat yang cukup untuk menanggung rasa sakit, penderitaan, trauma, dan kejahatan pada masyarakat lainnya untuk menciptakan kekacauan yang dibutuhkan AS untuk menggulingkan pemerintah dan menjarah sumber daya negara-negara tersebut.”
Itu paling jelas di Ukraina, menurut dia, "Belum pernah terjadi begitu banyak cuci otak sampai pada titik di mana orang-orang Ukraina benar-benar dilobotomi dan dihipnotis oleh kefanatikan ras, agama, dan etnis serta prasangka terhadap orang Rusia."
Dia menyesalkan institusi AS yang mengklaim memperjuangkan demokrasi adalah "dokter Frankenstein yang telah menciptakan keburukan ini".
(sya)
Lihat Juga :