AS Sangkal Rusia Hancurkan Sistem Rudal Patriot

Rabu, 17 Mei 2023 - 05:20 WIB
loading...
AS Sangkal Rusia Hancurkan...
AS sebut rentetan serangan rudal Rusia di dan sekitar Kiev telah merusak, bukan menghancurkan, sistem rudal Patriot. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Sebuah sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat (AS) kemungkinan rusak, tetapi tidak hancur, akibat rentetan serangan rudal Rusia di dan sekitar Kiev. Hal itu diungkapkan seorang pejabat AS.

"AS masih menilai sampai sejauh mana sistem itu rusak," kata pejabat itu seperti dikutip dari CNN, Rabu (17/5/2023).

Penilaian itu nantinya akan menentukan apakah sistem itu perlu ditarik kembali seluruhnya atau hanya diperbaiki di tempat oleh pasukan Ukraina.

Pejabat AS lainnya mengatakan ada kemungkinan rentetan rudal mengenai salah satu dari beberapa komponen baterai Patriot. Baterai Patriot yang lengkap memiliki enam komponen utama: generator, satu set radar, stasiun kontrol, antena, stasiun peluncur, dan rudal pencegat. Komponen tersebut beroperasi bersama untuk menembakkan rudal Patriot dan berhasil mengarahkannya ke sasarannya.

Tetapi kerusakan parah pada satu atau lebih komponen dapat memaksa Ukraina untuk membuat sistem offline dan keluar negeri untuk perbaikan yang lebih luas.

Patriot memiliki radar yang kuat untuk mendeteksi target yang masuk dari jarak jauh, menjadikannya platform pertahanan udara yang kuat yang mampu mencegat rudal balistik dan banyak lagi. Tetapi emisi radar yang diperlukan untuk menemukan ancaman dari kejauhan juga memungkinkan musuh untuk mendeteksi baterai Patriot dan mengetahui lokasinya.

Pejabat AS percaya militer Rusia telah mampu menangkap sinyal yang dipancarkan dari Patriot, yang memungkinkan mereka untuk menargetkan sistem menggunakan rudal hipersonik, yang dikenal sebagai Kinzhal atau Killjoy. Dan tidak seperti beberapa pertahanan udara jarak pendek yang disediakan ke Ukraina yang bergerak dan lebih sulit untuk ditargetkan, baterai Patriot yang besar adalah sistem yang lebih besar dan lebih stasioner, memungkinkan pasukan Rusia membidik lokasi dari waktu ke waktu.

Sementara itu seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS merujuk CNN ke pemerintah Ukraina untuk dimintai komentar.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Selasa mengatakan dalam sebuah postingan di Telegram bahwa serangan presisi tinggi oleh sistem rudal hipersonik Kinzhal di kota Kiev menghantam sistem rudal anti-pesawat Patriot buatan AS.

Baca Juga: Sistem Patriot AS Tak Berdaya Dihancurkan Rudal Hipersonik Kinzhal Rusia

Sedangkan para pejabat Ukraina mengatakan bahwa mereka berhasil mencegat enam rudal hipersonik yang ditembakkan oleh Rusia, tetapi militer Ukraina menolak mengomentari klaim Rusia bahwa sistem Patriot ditembak.

“Kami tidak bisa mengomentari ini. Kami tidak akan mengomentari sumber-sumber Rusia,” kata juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat.

Baca Juga: Ukraina Tembak Jatuh 6 Rudal Hipersonik Kinzhal Rusia dalam Semalam

Ukraina saat ini memiliki dua sistem pertahanan udara Patriot di negaranya, satu disumbangkan oleh AS dan yang lainnya disumbangkan bersama oleh Jerman dan Belanda. Tidak jelas sistem mana yang berpotensi rusak, tetapi menghilangkan salah satunya – bahkan untuk waktu yang singkat – dapat memengaruhi kemampuan Ukraina untuk mempertahankan Kiev di tengah serangan rudal Rusia yang semakin intensif.

Pekan lalu, pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa Rusia telah menargetkan sistem rudal Patriot dengan rudal hipersonik, termasuk sekali pada 4 Mei.

"Serangan itu gagal, dan Ukraina berhasil mencegat rudal itu sebelum bisa mengenai Patriot," kata para pejabat AS.

Baca Juga: Rusia Coba Hancurkan Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina dengan Misil Hipersonik

Setelah lobi ekstensif oleh Ukraina untuk memberi mereka sistem pertahanan udara yang canggih, AS menghabiskan 10 minggu untuk melatih pasukan Ukraina tentang cara memelihara dan mengoperasikannya. Para pejabat AS dan Barat terkejut dengan betapa cepatnya Ukraina mempelajari cara mengoperasikan Patriot, yang tiba di Ukraina bulan lalu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Berita Terkini
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved