Turki Siapkan 17.000 Polisi Amankan Shalat Jumat di Hagia Sophia

Rabu, 22 Juli 2020 - 19:58 WIB
loading...
A A A
Dari dunia internasional, Yunani, Israel, Rusia, hingga Amerika menyesalkan kebijakan Erdogan itu. Yunani sebagai negara dengan jutaan pengikut Ortodoks menyebutkan keputusan itu sebagai provokasi terbuka. AS melalui Departemen Luar Negeri-nya juga menyatakan kekecewaan

Dari dalam negeri, Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dari partai oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) di Forum Ekonomi Internasional Delhi mengatakan kebijakan Hagia Sophia tidak relevan. "Peralihan fungsi Hagia Sophia sekarang tidak perlu. Pemerintah tidak boleh menggunakan masalah ini sebagai politik internal. Kementerian Pariwisata perlu bertanggung jawab," katanya.

Sepanjang masa kepemimpinan Erdogan memang terdapat beberapa protes diluncurkan dari para pendukung oposisi. Salah satu yang paling besar adalah peristiwa penentangan pembangunan ulang taman Taksim Gezi Park di Istanbul pada Mei 2013 yang menelan 11 korban tewas dan ribuan luka-luka.

Oleh karena itu, media-media Turki mengangkat isu pengamanan Hagia Sophia saat 24 Juli menjadi penting. Di samping protokol keamanan, pemerintah Turki juga mempersiapkan beberapa hal untuk keamanan ibadah, dari penggelaran karpet, pengadaan ruang pers, hingga hotel-hotel yang disubsidi oleh pemerintah untuk pendatang dari luar Istanbul.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved