Presiden Estonia: Putin Tidak Gila tapi Mungkin Akan Tekan Tombol Serangan Nuklir
Senin, 15 Mei 2023 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi tidak banyak informasi, Anda bisa berspekulasi ketika Putin mulai mengganti jenderal bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai keinginannya," ujarnya, yang dilansir dari Newsweek, Senin (15/5/2023).
"Jika Rusia menjadi sangat putus asa—dan saya tidak akan mengatakannya secara kebetulan, tetapi bahkan mungkin sengaja—mereka mungkin menekan tombol," kata presiden Estonia itu, mengacu pada persenjataan nuklir Moskow.
"Tapi tidak semudah itu. Bukannya Anda memiliki tombol di sudut, lalu Anda pergi dan menekannya. Masih ada langkah-langkah tertentu yang harus diikuti," paparnya.
Karis melanjutkan: "Saya tidak terlalu khawatir. Tapi saya tetap harus mewaspadai kemungkinan hal ini terjadi. Artinya harus siap, setidaknya secara mental memikirkan apa yang harus kita lakukan nanti," imbuh dia.
Sementara para pemimpin Barat telah berulang kali menyatakan prioritas mereka untuk menghindari konflik langsung NATO-Rusia yang dapat berubah menjadi perang nuklir, para pejabat secara bersamaan membingkai serangan senjata nuklir Putin sebagai upaya untuk menakut-nakuti para pendukung Kiev dan merusak dukungan Barat yang bersatu untuk Ukraina.
Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines, misalnya, mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat awal bulan ini tentang potensi penggunaan senjata nuklir Rusia. "Sangat tidak mungkin, menurut penilaian kami saat ini," katanya.
"Jika Rusia menjadi sangat putus asa—dan saya tidak akan mengatakannya secara kebetulan, tetapi bahkan mungkin sengaja—mereka mungkin menekan tombol," kata presiden Estonia itu, mengacu pada persenjataan nuklir Moskow.
"Tapi tidak semudah itu. Bukannya Anda memiliki tombol di sudut, lalu Anda pergi dan menekannya. Masih ada langkah-langkah tertentu yang harus diikuti," paparnya.
Karis melanjutkan: "Saya tidak terlalu khawatir. Tapi saya tetap harus mewaspadai kemungkinan hal ini terjadi. Artinya harus siap, setidaknya secara mental memikirkan apa yang harus kita lakukan nanti," imbuh dia.
Sementara para pemimpin Barat telah berulang kali menyatakan prioritas mereka untuk menghindari konflik langsung NATO-Rusia yang dapat berubah menjadi perang nuklir, para pejabat secara bersamaan membingkai serangan senjata nuklir Putin sebagai upaya untuk menakut-nakuti para pendukung Kiev dan merusak dukungan Barat yang bersatu untuk Ukraina.
Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines, misalnya, mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat awal bulan ini tentang potensi penggunaan senjata nuklir Rusia. "Sangat tidak mungkin, menurut penilaian kami saat ini," katanya.
Lihat Juga :