5 Fakta Pembantaian Suku Indian Besar-besaran di Amerika Serikat

Senin, 08 Mei 2023 - 15:08 WIB
loading...
A A A
Undang-undang tersebut secara hukum merampas hak suku Indian untuk tinggal di Amerika Serikat bagian timur, memaksa sekitar 100.000 orang Indian untuk pindah ke barat Sungai Mississippi dari tanah leluhur mereka di selatan.

Migrasi dimulai pada musim panas dan berlanjut hingga musim dingin dengan suhu di bawah nol. Berjalan dengan susah payah 16 mil setiap hari, ribuan orang meninggal di sepanjang jalan akibat kelaparan, kedinginan, kelelahan, atau penyakit dan wabah.

Populasi India dihancurkan, dan migrasi paksa menjadi "jejak darah dan air mata".

Suku-suku yang menolak pindah dibiarkan jadi target penindasan militer, penggusuran paksa, dan bahkan pembantaian oleh pemerintah AS.

5. Suku Indian Dimusnahkan Atas Nama Ekspansi


Pada tahun 1839, sebelum Texas bergabung dengan Amerika Serikat, pemerintah menuntut agar suku Indian segera pindah atau menghadapi kehancuran harta mereka dan pemusnahan suku mereka. Sejumlah besar orang Cherokee yang menolak untuk patuh, ditembak dan dibunuh.

Pada tahun 1863, militer AS melakukan kebijakan “bumi hangus” untuk secara paksa memindahkan suku Navajo, membakar rumah dan tanaman, menyembelih ternak dan merusak properti.

Di bawah pengawasan Angkatan Darat, suku Navajo harus berjalan beberapa ratus kilometer ke sebuah reservasi di bagian timur New Mexico. Wanita hamil dan lansia yang tertinggal ditembak di tempat.

Pada pertengahan abad ke-19, hampir semua orang Indian Amerika diusir ke barat Sungai Mississippi, dan dipaksa oleh pemerintah AS untuk tinggal di reservasi penduduk asli Amerika.

Seperti yang ditulis dalam Cambridge Economic History of the United States, sebagai akibat dari pengusiran paksa orang Indian terakhir di timur oleh pemerintah AS, hanya sejumlah kecil orang Indian yang merupakan warga negara individu, atau individu orang Indian yang bersembunyi selama pengusiran paksa, tetap di wilayah tersebut.

Sedihnya, untuk menutupi bagian sejarah ini, sejarawan AS sering mengagungkan istilah "Ekspansi ke Barat" sebagai pengejaran rakyat Amerika atas pembangunan ekonomi di perbatasan barat, mengeklaim bahwa hal itu mempercepat peningkatan demokrasi Amerika, mendorong kemakmuran ekonomi, dan berkontribusi pada pembentukan dan pembangunan dari semangat nasional Amerika. Mereka tidak menyebutkan tentang pembantaian brutal penduduk asli Amerika.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved