Siapakah Zakhar Prilepin, Penulis Nasionalis Rusia yang Jadi Target Serangan Bom?
Minggu, 07 Mei 2023 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Novel thriller kriminalnya 'Break Loose', berlatar di kota kecil Rusia, dibuat menjadi film pada tahun 2013. Novel sejarahnya 'Abode', yang berpusat di kamp penjara Soviet yang terpencil pada tahun 1920-an, diadaptasi menjadi serial TV pada tahun 2021.
Prilepin memperoleh ketenaran tambahan sebagai pakar politik yang produktif, sering muncul di TV dan radio, serta membawakan acaranya sendiri di saluran televisi NTV Rusia. Dia pertama kali terlibat dengan Partai Bolshevik Nasional Eduard Limonov yang sekarang dilarang hingga mendirikan partai konservatif kecilnya sendiri, For Truth, pada tahun 2019.
Prilepin dikenal karena sikap hawkishnya terhadap kebijakan luar negeri dan menyarankan agar seluruh Ukraina harus dimasukkan ke dalam Rusia. Pada tahun 2014, dia mendukung pemberontakan di wilayah Donbass, yang menolak kudeta dukungan Barat di Kiev tahun itu dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Ukraina, menciptakan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR).
Setelah konflik bersenjata pecah antara pasukan Ukraina dan pasukan Donbass, Prilepin berkali-kali mengunjungi zona perang, akhirnya menjadi wakil komandan unit militer DPR dengan pangkat mayor. Dia berhenti dari jabatan tersebut pada tahun 2018, dengan alasan keinginan untuk lebih fokus pada menulis. Kedua republik Donbass bergabung dengan Rusia setelah mengadakan referendum pada September 2022.
Pada bulan Januari, Prilepin mendaftar di Garda Nasional Rusia dan kembali ke garis depan.
“Saya telah kembali ke perang yang sama, ke tempat yang sama di mana saya pertama kali tiba pada tahun 2014, menempuh jalan yang sama seperti sembilan tahun lalu,” katanya kepada Russia Today minggu lalu.
Prilepin memperoleh ketenaran tambahan sebagai pakar politik yang produktif, sering muncul di TV dan radio, serta membawakan acaranya sendiri di saluran televisi NTV Rusia. Dia pertama kali terlibat dengan Partai Bolshevik Nasional Eduard Limonov yang sekarang dilarang hingga mendirikan partai konservatif kecilnya sendiri, For Truth, pada tahun 2019.
Prilepin dikenal karena sikap hawkishnya terhadap kebijakan luar negeri dan menyarankan agar seluruh Ukraina harus dimasukkan ke dalam Rusia. Pada tahun 2014, dia mendukung pemberontakan di wilayah Donbass, yang menolak kudeta dukungan Barat di Kiev tahun itu dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Ukraina, menciptakan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR).
Setelah konflik bersenjata pecah antara pasukan Ukraina dan pasukan Donbass, Prilepin berkali-kali mengunjungi zona perang, akhirnya menjadi wakil komandan unit militer DPR dengan pangkat mayor. Dia berhenti dari jabatan tersebut pada tahun 2018, dengan alasan keinginan untuk lebih fokus pada menulis. Kedua republik Donbass bergabung dengan Rusia setelah mengadakan referendum pada September 2022.
Pada bulan Januari, Prilepin mendaftar di Garda Nasional Rusia dan kembali ke garis depan.
“Saya telah kembali ke perang yang sama, ke tempat yang sama di mana saya pertama kali tiba pada tahun 2014, menempuh jalan yang sama seperti sembilan tahun lalu,” katanya kepada Russia Today minggu lalu.
Lihat Juga :